Gempa Filipina Renggut 3 Nyawa, Diduga Masih Banyak yang Tertimbun Reruntuhan
PADADA, iNews.id - Korban tewas akibat gempa dahsyat yang melanda Filipina kini menjadi tiga orang. Tim penyelamat menggunakan alat berat dan tangan kosong untuk mencari korban selamat di anatara gedung-gedung yang runtuh.
Gempa pada Minggu (15/12/2019) itu menghancurkan sekolah-sekolah, menumbangkan rumah-rumah, sebagian besar melanda Pulau Mindanao, yang masih belum pulih dari serangkaian gempa mematikan pada Oktober.
Para pencari menarik mayat dua korban dari sebuah bangunan pasar yang runtuh di Kota Padada. Seorang anak kecil juga terbunuh di kota terdekat ketika rumah keluarganya ambruk.
"Kami belum dapat menentukan berapa persisnya, masih banyak yang terjebak," kata pejabat pemadam kebakaran, Fred Trajeras, merujuk pada bangunan pasar yang ambruk, seperti dilaporkan AFP, Senin (16/12/2019).
"Prioritas kami adalah (menemukan) tanda-tanda kehidupan, yang kami harap masih bisa kami selamatkan," ujar dia.
Bangunan yang ambruk itu berada di dekat episentrum gempa berkekuatan magnitudo 6,8 dan berada di wilayah yang sama yang dilanda tiga getaran di atas 6,0 dalam hitungan pekan pada Oktober.
Gempa-gempa itu menewaskan sekitar 20 orang dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi.
Para petugas berpencar di seluruh wilayah yang terkena gempa di Mindanao untuk menilai kerusakan secara menyeluruh. Beberapa sekolah dan rumah sakit hancur.
Presiden Rodrigo Duterte, yang berasal dari Davao dan ada di sana saat gempa, tidak terluka.
"Ibu negara mengatakan mobil yang dikendarainya bergoyang," kata juru bicara Salvador Panelo.
Filipina berada di lintasan Cincin Api, garis yang terdapat banyak gunung api dan aktivitas seismik, membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara serta melingkari Pasifik.
Hal ini menjadi penyebab Filipina kerap dilanda gempa.
Editor: Nathania Riris Michico