Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Napoli Mencekam usai Gempa Terkuat dalam 40 Tahun Terakhir, Picu Longsor hingga Bangunan Rusak
Advertisement . Scroll to see content

Gempa M7,1 Jepang, Pencarian Dihentikan Korban Tewas 36 Orang

Minggu, 02 Agustus 2026 - 11:10:00 WIB
Gempa M7,1 Jepang, Pencarian Dihentikan Korban Tewas 36 Orang
Jepang, Sabtu (1/8), menghentikan pencarian korban gempa dahsyat M7,1 yang mengguncang negara itu pada Selasa (28/7) (Foto: Kyodo via AP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Otoritas Jepang, Sabtu (1/8/2026), menghentikan pencarian korban gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,1 yang mengguncang negara itu pada Selasa (28/7/2026). Salah satu titik pencarian korban adalah bangunan Mal Aeon Kashima, Prefektur Kumamoto, yang meledak dan runtuh akibat ledakan pasca-gempa.

Dengan demikian korban tewas gempa tersebut mencapai 36 orang dan tak ada lagi laporan korban hilang.

Kantor badan penanggulangan bencana Kumamoto menyatakan, petugas SAR mengevakuasi 12 orang dari lokasi kejadian, sebanyak tujuh di antaranya tewas.

“Kami melakukan pencarian menyeluruh selama 2 hari terakhir bekerja sama dengan dinas pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri, dan unit kepolisian wilayah lainnya. Kami tidak menemukan orang yang hilang," kata seorang pejabat kepolisian Kumamoto, seperti dikutip dari AFP, Minggu (2/8/2026).

Seorang juru bicara Aeon, mengatakan tujuh orang yang tewas merupakan pegawai gerai yang menyewa tempat di bangunan mal itu.

Sebelumnya atau pada Jumat (31/7/2026), petugas juga menghentikan pencarian korban di pabrik kertas yang cerobong asapnya ambruk.

Di lokasi itu petugas menemukan sembilan jenazah, dan dua orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Gempa juga memaksa lebih dari 9.000 warga, sebagian besar lansia, mengungsi di tempat penampungan, berdasarkan data hingga 1 Agustus.

Kumamoto dilanda dua gempa bumi dahsyat pada 2016, menewaskan 273 orang dan melukai lebih dari 2.800 lainnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut