Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar 19 Negara Teken Piagam Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Ada Indonesia dan Turki
Advertisement . Scroll to see content

Gencatan Senjata, Pejuang Hamas Muncul ke Permukaan Perangi Geng Perampok Bantuan

Kamis, 16 Oktober 2025 - 15:38:00 WIB
Gencatan Senjata, Pejuang Hamas Muncul ke Permukaan Perangi Geng Perampok Bantuan
Pejuang Hamas dengan seragam lengkap termasuk penutup wajah muncul ke publik setelah gencatan senjata dengan Israel berlaku (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KAIRO, iNews.id - Para pejuang Hamas dengan seragam lengkap muncul ke publik setelah gencatan senjata dengan Israel berlaku pada Jumat pekan lalu. Unjuk kekuatan para pejuang tersebut tentunya bukan untuk menghadapi pasukan Israel, melainkan memulihkan ketertiban dan keamanan.

Kemunculan para pejuang dengan seragam khas yang menutup wajah, bukan hal langka lagi beberapa hari terakhir. Mereka kini memiliki musuh baru, yakni kelompok atau geng bersenjata yang membuat onar, mengganggu ketertiban dengan merampok bantuan kemanusiaan.

Unjuk kekuatan tersebut disambut baik warga Gaza, apalagi mereka yakin betul bahwa kelompok-kelompok bersenjata itu beranggotakan orang-orang lokal yang dibayar oleh Israel. Agen-agen Zionis tak menghendaki ketertiban di Gaza sehingga mereka berupaya mengganggu stabilitas.

Kelompok bersenjata itu sudah merampok batuan kemanusiaan pada gencatan senjata sebelumnya.

Di sisi lain kehadiran kelompok bersenjata itu bisa mengganggu proses gencatan senjata yang berlangsung di Gaza. Berdasarkan proposal damai yang diajukan Presiden AS Donald Trump, Hamas harus menyerahkan senjata. 

Dalam kondisi keamanan yang belum stabil seperti ini, akan menjadi masalah Hamas dan faksi perlawanan lain untuk menyerahkan senjata.

Selain itu Hamas juga belum sepenuhnya menerima persyaratan tersebut karena belum ada kekuatan yang bisa menjamin stabilitas di Gaza.

Hamas juga menegaskan bersedia menyerahkan kekuasaan Gaza kepada teknokratis Palestina independen, namun tidak akan membiarkan kekacauan terjadi selama masa transisi.

Trump pada Selasa lalu mengatakan, Hamas menumpas beberapa kelompok bersenjata sangat jahat dengan mengeksekusi sejumlah anggotanya. 

"Sejujurnya, itu tidak terlalu mengganggu saya," ujarnya, seperti dikutip dari Associated Press (AP).

Namun, dia menegaskan kembali tuntutannya agar Hamas meletakkan senjata.

"Mereka akan melucuti senjata, jika tidak, kami yang akan melucuti senjata mereka, dan itu akan terjadi dengan cepat dan mungkin dengan kekerasan," tuturnya.

Kepolisian Gaza yang dipimpin Hamas mampu berperan menjaga keamanan publik merebut kekuasaan di wilayah kantong itu 18 tahun lalu, sekaligus menindak perbedaan pendapat. 

Nahed Sheheiber, ketua serikat pengemudi truk swasta Gaza, mengatakan Hamas menindak tegas geng-geng yang meneror warga di wilayah yang dikuasai Israel.

"Geng-geng itu menjarah bantuan dan membunuh orang-orang di bawah perlindungan penjajah (Israel)," ujarnya, seraya menambahkan mereka beroperasi di zona merah tempat Israel memerintahkan warga untuk mengungsi. 

Selama akhir pekan lalu, para pejuang dipimpin Hamas bentrok dengan kelompok bersenjata di Kota Gaza. Geng-geng itu berafiliasi dengan keluarga Doghmush setelah pembunuhan Mohammed Aqel, seorang anggota Hamas, pada Jumat. Keluarga korban mengatakan. para milisi menculik, merampok, dan membunuh Aqel.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut