Google Larang Iklan Politik Jelang Pemilihan Umum di Filipina

Umaya Khusniah ยท Rabu, 01 Desember 2021 - 12:58:00 WIB
Google Larang Iklan Politik Jelang Pemilihan Umum di Filipina
Google. (Foto: Ist)

MANILA, iNews.id  - Google Alphabet Inc menyatakan akan melarang iklan politik di platformnya menjelang pemilihan umum Filipina Mei 2022. Langkah itu dilakukan di tengah tekanan pada platform media sosial atas penanganan mereka terhadap iklan politik selama pemilihan presiden AS tahun 2020.

"Iklan pemilu yang mempromosikan atau menentang partai politik, pencalonan orang atau partai mana pun untuk jabatan publik, tidak akan diizinkan tampil antara 8 Februari hingga 9 Mei 2022," kata Google dalam pembaruan kebijakan konten politiknya.

Tanggal tersebut mencakup masa kampanye di Filipina hingga hari pemilihan pada 9 Mei. Penelitian menunjukkan orang Filipina menduduki peringkat teratas secara global untuk waktu yang dihabiskan di media sosial.

Google mengatakan pemberitahuan akan dikirim ke pengiklan yang terpengaruh tentang pembaruan kebijakan Google tersebut.

Sebelumnya, Google juga telah melarang iklan politik di platformnya,  termasuk dalam pemilihan federal Kanada pada 2019 dan sebelum pemilihan di Singapura pada 2020.

Platform media sosial telah menjadi medan pertempuran politik di negara Asia Tenggara. Di Filipina, platform media sosial seperti Facebook telah membantu memperkuat basis dukungan Duterte, dengan analis menganggap mereka berperan penting dalam kemenangan pemilihan 2016 dan kekalahan sekutu dalam jajak pendapat jangka menengah tahun lalu.

Filipina akan memilih pengganti Presiden Duterte, yang di bawah konstitusi tidak diizinkan untuk mencalonkan diri lagi. Tapi Duterte akan mencalonkan diri sebagai senator.

Editor : Umaya Khusniah

Bagikan Artikel: