Greta Thunberg, Remaja 16 Tahun Kandidat Peraih Nobel Perdamaian
STOCKHOLM, iNews.id - Greta Thunberg, siswi Swedia yang menginspirasi gerakan internasional untuk melawan perubahan iklim, dinominasikan sebagai kandidat untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.
Jika dia menang, dia akan menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda, mengungguli Malala Yousafzai yang berusia 17 tahun saat menerima penghargaan itu. Dia dicalonkan oleh tiga anggota parlemen Norwegia.
"Kami mengusulkan Greta Thunberg karena jika kami tidak melakukan apa pun untuk menghentikan perubahan iklim, itu akan menjadi penyebab perang, konflik, dan pengungsi," kata anggota parlemen Sosialis Norwegia, Freddy Andre Ovstegard, kepada kantor berita AFP.
"Greta Thunberg meluncurkan gerakan massa yang saya lihat sebagai kontribusi besar bagi perdamaian," tambahnya.
Merespons pencalonannya, Thunber mencuit bahwa dia merasa terhormat untuk dimasukkan dalam nominasi Nobel Perdamaian.
Siapakah Greta Thunberg?
Dalam lama profil Twitter, remaja Swedia itu mendeskripsikan dirinya sebagai seorang aktivis iklim berusia 16 tahun dengan Asperger (sindrom) -pertama kali melakukan aksi mogk sekolah sekolah untuk perubahan iklim di depan parlemen Swedia pada Agustus tahun lalu.
Sejak itu, dia kehilangan banyak pelajaran pada hari Jumat demi menggelar aksi protes regulernya.
Dia terus mendapatkan perhatian internasional setelah berbicara di Pembicaraan Iklim PBB di Polandia pada Desember dan di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Januari.
"Tentang perubahan iklim, kita harus mengakui bahwa kita gagal," katanya, kepada para pemimpin ekonomi global di Davos.
Aksinya ini menginspirasi pelajar di seluruh dunia. Setiap Jumat, ribuan anak sekolah melakukan aksi melawan perubahan iklim di lebih dari 100 negara di dunia.
Aksi mogok sekolah ini kemudian diberi nama gerakan Fridays For The Future dan dikenal dengan tagar #FridaysForFuture di media sosial.
Sejauh ini, pemogokan reguler terjadi di seluruh dunia, termasuk di negara-negara seperti Jerman, Belgia, Inggris, Prancis, Australia, dan Jepang.
Lantas, bagaimana Hadiah Nobel Perdamaian dinominasikan dan dipilih?
Politisi nasional, pejabat internasional, akademisi, dan pemenang sebelumnya adalah di antara mereka yang dapat mencalonkan calon penerima Nobel.
Hadiah diumumkan pada Oktober dan diberikan pada Desember di ibu kota Norwegia, Oslo.
Ada 301 kandidat untuk Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun ini, 223 di antaranya adalah individu dan 78 merupakan organisasi, kata komite Nobel di situs webnya.
Editor: Nathania Riris Michico