Gunung Zao di Jepang Bergejolak, Objek Wisata Ski Ditutup
TOKYO, iNews.id - Pemerintah Jepang kembali menaikkan status salah satu gunung berapinya, Selasa (30/1/2018). Setelah pada pekan lalu terjadi letusan di Gunung Kusatsu Shirane di Prefektur Gunma yang menewaskan seorang Pasukan Bela Diri, kini giliran Gunung Zao yang bergejolak.
Badan Meteorologi Jepang meningkatkan status Zao dari level 2 ke level 1, yang artinya pengunjung tak mendekati kawah. Zao merupakan sederatan gunung berapi yang berada di sebelah utara Jepang dan memiliki ketinggian 1.841 meter di atas permukaan laut.
"Ada kemungkinan terjadi letusan berskala kecil," demikian bunyi pernyataan badan tersebut, seperti dilansir Reuters.
Badan meteorologi mendeteksi sejumlah pergerakan kecil terdeteksi hari ini, bersamaan dengan menggelumbungnya tanah di sekitar lokasi. Hal ini juga memperingatkan kemungkinan lontaran batu vulkanik sejauh 1,2 kilometer dari kawah.
Dinaikkannya status Zao berselang sepekan setelah letusan mengejutkan Kusatsu Shirane. Gunung itu sudah tertidur selama 3.000 tahun. Sebuah rekaman video yang diambil pemain ski di resor sekitar gunung, asap hitam panas mengarah ke langit disertai lontaran batu-batu vulkanik.
Batu-batu tersebut menimpa atap gondola dan mengakibatkan 15 orang terluka dan sekitar 78 pemain ski sempat terjebak di puncak karena listrik yang menggerakkan gondola padam.
Kawasan Gunung Zao, sebagaimana Kusatsu Shirane, juga merupakan resor populer. Di sana terdapat objek berjuluk "monster salju" yang terbentuk dari air di pohon-pohon yang membeku.
Jepang diketahui memiliki 110 gunung berapi aktif. Sebanyak 47 di antaranya dalam pemantaun yang intensif. Salah satu letusan paling mematikan di Jepang terjadi pada September 2014. Saat itu Gunung Ontake meletus menewaskan 63 orang.
Editor: Anton Suhartono