Hamas Bantah Komandan Senior Perencana Serangan ke Israel Tewas akibat Serangan Udara
TEL AVIV, iNews.id - Militer Israel mengungkap 11 tentaranya tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza pada Selasa (31/10/2023). Itu merupakan angka tertinggi tentara Israel yang tewas dalam pertempuran dalam sehari di Gaza.
Lembaga penyiaran militer Israel Army Radio melaporkan, sebagian besar tentara yang tewas adalah prajurit infanteri yang kendaraannya terkena rudal anti-tank para pejuang.
Secara total lebih dari 300 tentara Zionis tewas sejak pertempuran pada 7 Oktober lalu.
Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Jonathan Conricus mengatakan pihaknya menggelar serangan udara di Jabalia, kamp pengungsi terbesar di Gaza, dan menewaskan Ibrahim Biari, seorang komandan Hamas. Dia menyebut Biari merupakan sosok penting yang merencanakan serangan ke Israel.
Serangan brutal tentara Zionis itu juga menyebabkan sekitar 50 orang lainnya meninggal dunia.
Conricus mengklaim puluhan pejuang Hamas yang berada di kompleks terowongan bawah tanah bersama Biari ikut tewas dalam serangan.
“Saya memahami bahwa hal ini juga menjadi alasan mengapa ada banyak laporan mengenai kerusakan tambahan dan korban di pihak non-tempur. Kami sedang menyelidiki hal tersebut,” katanya.
Secara total lebih dari 300 tentara Zionis tewas sejak pertempuran pada 7 Oktober lalu.
Sementara itu Hamas membantah Biari serta puluhan pejuangnya tewas dalam serangan Israel pada Selasa kemarin.
Juru Bicara Hamas Hazem Qassem menjelaskan Biari tak berada di kamp pengungsian tersebut saat serangan. Dia menegaskan serangan mengincar Biari hanya alasan Israel untuk mengincar warga sipil.
Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan, sedikitnya 50 warga Palestina tewas dan 150 lainnya luka dalam serangan di kamp pengungsian.
Sementara Hamas menyebut sebanyak 400 orang tewas dan terluka dalam serangan ke fasilitas penampungan pengungsi akibat perang dengan Israel sejak 1948.
Serangan udara Israel ke kamp tersebut meninggalkan kawah besar yang dikelilingi reruntuhan bangunan.
Sementara itu upaya Israel untuk menggempur Gaza dari darat selalu menemui kegagalan. Perlawanan dari kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Gaza mampu memukul mundur tentara Zionis, bahkan beberapa tank dan kendaraan lapis baja lainnya bisa dihancurkan.
Sejauh ini Israel masih mengandalkan serangan-serangan udara menggunakan jet tempur maupun helikopter, di samping artileri.
Editor: Anton Suhartono