Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR Buka Suara usai RI Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump
Advertisement . Scroll to see content

Hamas Heran Israel Diserang Kelompok Bersenjata di Zona Merah Gaza, padahal...

Senin, 20 Oktober 2025 - 14:01:00 WIB
Hamas Heran Israel Diserang Kelompok Bersenjata di Zona Merah Gaza, padahal...
Hamas menyatakan keheranan atas klaim Israel yang menuduh pihaknya menyerang pasukan Zionis di Rafah, Gaza Selatan, Minggu (19/10) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Hamas menyatakan keheranan atas klaim militer Israel yang menuduh pihaknya menyerang pasukan Zionis di Rafah, Gaza Selatan, pada Minggu (19/10/2025). Menurut Hamas, tuduhan itu tidak masuk akal, sebab wilayah yang dimaksud merupakan zona merah yang sepenuhnya berada di bawah kendali militer Israel sejak perang kembali pecah pada Maret lalu.

Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al Qassam, menegaskan tidak ada kontak atau aktivitas militer apa pun dari kelompok perlawanan di kawasan tersebut.

“Kami tidak mengetahui adanya insiden atau bentrokan yang terjadi di Rafah,” kata pernyataan resmi Al Qassam dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan itu menjadi bantahan keras terhadap klaim Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menuding Hamas menembakkan roket anti-tank dan senjata ringan ke arah tentaranya di Rafah hingga menewaskan dua orang.

Klaim Israel Picu Serangan Besar-Besaran

IDF mengaku serangan udara masif ke Gaza pada Minggu merupakan balasan atas dugaan serangan Hamas tersebut. Namun, serangan balasan itu justru menewaskan 42 warga Gaza dalam sehari, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 230 orang sejak gencatan senjata diberlakukan 10 Oktober lalu.

Israel melancarkan lebih dari 20 serangan udara ke Gaza hanya dalam waktu beberapa jam, menghantam puluhan sasaran yang disebut sebagai basis Hamas. Ironisnya, setelah gelombang serangan brutal itu, Israel kembali mengumumkan “komitmen pada gencatan senjata”, sebuah tindakan yang memicu kecaman dari berbagai pihak.

Hamas: Serangan Itu Akal-Akalan Israel

Hamas menilai tuduhan Israel hanyalah akal-akalan untuk memulai kembali operasi militer di Gaza. Menurut mereka, sulit membayangkan adanya kelompok bersenjata yang bisa menyerang pasukan Israel di Rafah, mengingat seluruh area telah dijaga ketat dan tidak ada komunikasi antara pejuang Hamas yang tersisa di wilayah itu.

“Wilayah Rafah sepenuhnya berada di bawah kontrol penjajah (Israel). Kontak dengan kelompok kami di sana sudah terputus sejak perang dimulai kembali Maret lalu,” ujar juru bicara Al Qassam.

Hamas menegaskan tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata, dan menuding Israel sengaja menciptakan narasi palsu untuk melegitimasi serangan baru.

Gencatan Senjata yang Penuh Pelanggaran

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, pasukan Israel telah melanggar gencatan senjata sedikitnya 80 kali sejak 10 Oktober. Dalam kurun waktu tersebut, 97 warga Gaza tewas, dan 230 lainnya luka-luka akibat serangan udara dan tembakan artileri.

Israel juga menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa batas waktu, memperburuk penderitaan warga yang sudah kekurangan makanan, air, dan obat-obatan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut