Hamas: Israel Tak Ingin Damai
GAZA, iNews.id - Hamas menuduh Israel ingin menggagalkan kesepakatan gencatan senjata fase kedua yang dicapai dengan negara-negara mediator serta pemerintah Amerika Serikat (AS). Sejak pengumuman itu disampaikan Presiden AS Donald Trump pada Jumat pekan lalu, pasukan Zionis justru meningkatkan serangan. Bahkan militer Israel membunuh sedikitnya 18 warga Gaza dalam sehari, Minggu (2/8/2026).
Hamas menilai, pengeboman tersebut merupakan peningkatan serangan yang disengaja oleh pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bertujuan untuk menghalangi kesepakatan yang dicapai dengan para mediator, termasuk pemerintahan AS.
Hamas menyerukan kepada para negara-negara mediator dan penjamin perjanjian gencatan senjata untuk menjalankan tanggung jawab mereka, mengutuk serangan Israel dan segera menekan Israel untuk menghentikan serangan dan mematuhi perjanjian tersebut.
"Serangan tersebut sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," bunyi pernyataan kelompok perlawanan yang berkuasa di Gaza tersebut, dikutip Senin (3/8/2026).
Hamas juga menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tindakan hukum guna meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel.
Sebelumnya Dewan Perdamaian juga mendesak langkah-langkah untuk melindungi warga Palestina, yang menurut mereka terus menghadapi ancaman genosida dan pengusiran.
Editor: Anton Suhartono