Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Umumkan Gencatan Senjata Fase II, Israel Justru Bunuh 18 Warga Gaza dalam Sehari
Advertisement . Scroll to see content

Hamas: Israel Tak Ingin Damai 

Senin, 03 Agustus 2026 - 06:14:00 WIB
Hamas: Israel Tak Ingin Damai 
Hamas menuduh Israel ingin menggagalkan kesepakatan gencatan senjata fase kedua yang dicapai dengan negara-negara mediator serta pemerintah Amerika Serikat (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Hamas menuduh Israel ingin menggagalkan kesepakatan gencatan senjata fase kedua yang dicapai dengan negara-negara mediator serta pemerintah Amerika Serikat (AS). Sejak pengumuman itu disampaikan Presiden AS Donald Trump pada Jumat pekan lalu, pasukan Zionis justru meningkatkan serangan. Bahkan militer Israel membunuh sedikitnya 18 warga Gaza dalam sehari, Minggu (2/8/2026).

Hamas menilai, pengeboman tersebut merupakan peningkatan serangan yang disengaja oleh pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bertujuan untuk menghalangi kesepakatan yang dicapai dengan para mediator, termasuk pemerintahan AS.

Hamas menyerukan kepada para negara-negara mediator dan penjamin perjanjian gencatan senjata untuk menjalankan tanggung jawab mereka, mengutuk serangan Israel dan segera menekan Israel untuk menghentikan serangan dan mematuhi perjanjian tersebut.

"Serangan tersebut sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," bunyi pernyataan kelompok perlawanan yang berkuasa di Gaza tersebut, dikutip Senin (3/8/2026).

Hamas juga menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tindakan hukum guna meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel.

Sebelumnya Dewan Perdamaian juga mendesak langkah-langkah untuk melindungi warga Palestina, yang menurut mereka terus menghadapi ancaman genosida dan pengusiran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut