Hamas Tak Akan Bebaskan Sandera meski Israel Bombardir Habis-habisan Kota Gaza
GAZA, iNews.id - Hamas menegaskan tidak akan melepaskan sandera Israel yang masih mereka tahan meski militer Zionis terus menggempur habis-habisan serta mengerahkan pasukan ke Kota Gaza. Hal itu tersirat dalam video terbaru yang dirilis kelompok tersebut, memperlihatkan dua sandera Israel masih hidup di wilayah konflik.
Video yang direkam pekan lalu itu menampilkan Guy Gilboa-Dalal, salah satu warga Israel yang diculik pada 7 Oktober 2023. Dalam rekaman, dia menyebut dirinya bersama delapan sandera lainnya tetap ditahan meskipun Israel melakukan operasi serangan darat untuk merebut Kota Gaza.
Seorang sandera lain, Alon Ohel, juga muncul dalam video. Ohel, yang ditawan saat festival Nova 2 tahun lalu, meminta pemerintah Israel membebaskannya. Rekaman itu menjadi penampilan publik pertamanya sejak 700 hari dalam tawanan Hamas.
Respons Israel
Trump Ungkap Sedang Berunding dengan Hamas
Video sandera tersebut langsung memicu reaksi keras dari pejabat Israel. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir menyerukan pendudukan penuh atas Gaza dengan dalih hanya langkah militer yang bisa membebaskan para sandera. Namun, kritik bermunculan mengingat strategi serupa tak pernah berhasil di masa lalu.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan berbicara dengan keluarga kedua sandera itu, menegaskan perang baru akan berhenti bila Hamas menyerah dan membebaskan seluruh tawanan.
Tak Akan Serahkan Gaza, Hamas Bakal Lawan Israel Mati-matian
Suara Keluarga Sandera
Serbu Kota Gaza, Israel Sebut Hamas yang Dulu Bukan yang Sekarang
Meski demikian, kelompok Forum Sandera dan Orang Hilang yang mewakili keluarga korban menolak klaim pemerintah Israel. Mereka menilai hanya perundingan gencatan senjata yang bisa mengembalikan para sandera dengan selamat.
“Mereka yang sungguh-sungguh menginginkan para sandera kembali harus memajukan perjanjian dan memanfaatkannya untuk kesepakatan komprehensif,” tulis forum itu dalam pernyataan di platform X.
Kebuntuan Perundingan
Saat ini, setidaknya 48 sandera Israel diyakini masih ditahan di Gaza. Namun, video terbaru Hamas memperlihatkan bahwa kelompok itu tak terpengaruh meski Israel meningkatkan intensitas serangan, menandakan kebuntuan serius dalam negosiasi.
Dengan pesan keras tersebut, Hamas seakan mengirim sinyal bahwa serangan militer tak akan membuat mereka menyerah, sementara nasib para sandera tetap berada di ujung tanduk di tengah perang berkepanjangan.
Editor: Anton Suhartono