Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Negara Barat Kecam Israel Larang Puluhan Lembaga Kemanusiaan Internasional Beroperasi di Gaza
Advertisement . Scroll to see content

Hamas Tegaskan Siap Perang Panjang: Semakin Banyak Tentara Israel Bunuh Diri!

Sabtu, 19 Juli 2025 - 08:27:00 WIB
Hamas Tegaskan Siap Perang Panjang: Semakin Banyak Tentara Israel Bunuh Diri!
Sayap militer Hamas Brigade Izzuddin Al Qassam menegaskan faksi-faksi perlawanan Palestina siap untuk perang panjang melawan Israel (Foto: Anadolu)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Sayap militer Hamas Brigade Izzuddin Al Qassam menegaskan faksi-faksi perlawanan Palestina siap untuk perang panjang melawan Israel jika perundingan gencatan senjata buntu.

Juru Bicara Al Qassam Abu Ubaida, dalam pernyataannya di video, Jumat (18/7/2025), mengatakan para pejuang Al Qassam mampu memberi kejutan kepada pasukan Zionis menggunakan taktik dan metode baru dan beragam setelah belajar dari operasi-operasi sebelumnya.

“Setelah 21 bulan sejak Operasi Badai Al Aqsa dan perang Zionis-Nazi terhadap rakyat kami, kami menegaskan para pejuang dan saudara-saudara mereka di faksi-faksi perlawanan sepenuhnya siap untuk melanjutkan perang atrisi yang panjang melawan penjajah, terlepas dari bentuk agresinya,” ujarnya, seperti dikutuip dari Anadolu.

Selama beberapa bulan terakhir, lanjut Abu Ubaida, ratusan tentara Israel tewas dan luka, di samping ribuan lainnya yang menderita penyakit psikologis dan trauma.

"Jumlah tentara yang bunuh diri meningkat akibat kengerian tindakan berdarah yang mereka lakukan dan beratnya perlawanan yang mereka hadapi,” katanya, dalam penampilan pertama sejak menghilang Maret lalu.

Negosiasi Gencatan Senjata Gaza

Mengenai negosiasi gencatan senjata Gaza, Abu Ubaida menegaskan sikap Hamas yang sangat mendukung proses yang sedang berlangsung di Doha, Qatar. Namun dia menegaskan, hasil yang perundingan yang berlangsung tampaknya tak menunjukkan keseriusan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencapai kesepakatan dan memulangkan sanderanya.

"Pemerintah kriminal Netanyahu tidak peduli dengan para sandera (Israel) karena mereka adalah tentara, dan dokumen mereka (sandera) bukanlah prioritas," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut