Hampir 8 Bulan Steril, Kepulauan Solomon Umumkan Kasus Covid-19 Pertama
HONIARA, iNews.id - Kepulauan Solomon mengumumkan kasus pertama positif Covid-19 setelah hampir 8 bulan steril dari penularan.
Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare, dalam keterangan resminya mengatakan kasus positif pertama Covid-19 di negaranya berasal dari seorang pelajar yang tiba dari Filipina.
Pelajar itu merupakan salah satu dari 96 penumpang yang tiba dalam penerbangan repatriasi.
"Sangat menyakitkan bagi saya untuk mengatakan bahwa kami kalah menjaga status bebas Covid-19 meskipun kami telah melakukan sejumlah upaya kolektif guna mencegah pandemi masuk ke negara ini," ujar Sogavare dikutip dari AFP, Minggu (4/10/2020).
Sogavare meminta seluruh penduduk di negara berpopulasi lebih dari 600.000 orang itu tetap tenang. Dia memastikan pelacakan kontak dan tindakan pencegahan lainnya sudah mulai dijalankan, sehingga tidak perlu dilakukan lockdown.
Pelajar yang terinfeksi Covid-19 sebelumnya sudah tiga kali menjalani tes yang menunjukkan hasilnya negatif saat masih berada di Filipina sebelum terbang ke Kepulauan Solomon. Dia saat ini tengah menjalani isolasi di ibu kota Honiara.
Sedangkan 18 pelajar asal Kepulauan Solomon lainnya yang hasil tesnya positif masih berada di karantina di kota Manila.
Sejak Kepulauan Solomon menutup perbatasan pada Maret, lebih dari 400 pelajar asal negara itu masih tertahan di Filipina, yang merupakan salah satu negara Asia Tenggara dengan catatan infeksi Covid-19 terparah.
Terus didesak oleh para orang tua pelajar, otoritas Kepulauan Solomon kemudian menyusun tiga penerbangan repatriasi, penerbangan pertama telah tiba pada Selasa kemarin.
Meskipun program tersebut menyebabkan kasus infeksi Covid-19, pemerintah Kepulauan Solomon mengatakan akan tetap melanjutkan dua penerbangan rapatriasi lainnya untuk memulangkan pelajar dari Filipina.
Dengan demikian, tinggal beberapa negara kepulauan di kawasan pasifik dan teritori Kiribati seperti Marshall Islands, Mikronesia, Nauru, Palau, Samoa, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu yang diyakini masih bebas dari infeksi virus.
Editor: Arif Budiwinarto