Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Setujui Penjualan Bom dan Peralatan Militer Senilai Rp88 Triliun ke Arab Saudi
Advertisement . Scroll to see content

Harga 1 Rudal Patriot AS 4-5 Kali Lebih Mahal daripada Rudal Balistik Iran

Jumat, 04 September 2026 - 06:34:00 WIB
Harga 1 Rudal Patriot AS 4-5 Kali Lebih Mahal daripada Rudal Balistik Iran
Satu rudal pertahanan Patriot milik AS disebut memiliki harga empat hingga lima kali lebih mahal dibandingkan satu rudal balistik Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Satu rudal pertahanan Patriot milik Amerika Serikat (AS) disebut memiliki harga empat hingga lima kali lebih mahal dibandingkan satu rudal balistikIran. Perbedaan harga tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi Washington ketika harus menghadapi serangan rudal Teheran dalam jumlah besar.

Kondisi itu semakin terlihat ketika militer AS dilaporkan menembakkan lebih dari 80 rudal Patriot untuk menangkis satu gelombang serangan Iran yang menyasar pangkalan militer AS di Yordania pada Senin (31/8/2026) dini hari.

Majalah militer Military Watch, mengutip sumber pejabat AS, melaporkan jumlah rudal Patriot yang ditembakkan tersebut setara dengan lebih dari 10 persen total persediaan rudal sejenis milik AS di kawasan.

Dalam menghadapi serangan tersebut, militer AS disebut menggunakan sekitar empat rudal pencegat untuk menghancurkan satu rudal balistik Iran. Rudal-rudal Patriot itu dikirim dari Ansbach, Jerman.

Perbandingan tersebut membuat strategi pertahanan AS menghadapi tantangan dari sisi biaya maupun persediaan. Ketika satu rudal Iran memicu peluncuran beberapa rudal pencegat Patriot, biaya yang dikeluarkan AS dapat berlipat ganda dibandingkan biaya rudal yang digunakan Iran untuk menyerang.

Serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania dilakukan sebagai pembalasan atas serangan militer AS terhadap Pulau Larak di Selat Hormuz beberapa jam sebelumnya. Aksi saling serang tersebut kembali memperlihatkan pentingnya kemampuan pertahanan udara dalam menghadapi serangan rudal balistik.

Namun, strategi Iran tampaknya tidak hanya bertujuan menghancurkan target militer AS. Teheran diduga juga berupaya menguras persediaan rudal pertahanan udara lawannya.

Dengan memaksa AS menggunakan beberapa rudal pencegat untuk menghadapi satu rudal balistik, Iran dapat memberikan tekanan terhadap stok amunisi pertahanan AS meskipun rudal penyerangnya berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

Persoalan tersebut menjadi semakin serius karena AS telah menghabiskan banyak rudal pencegat sejak awal perang. Selama lima hari pertama perang yang dimulai pada 28 Februari, AS dilaporkan menembakkan lebih dari 800 rudal pencegat untuk menangkis serangan balasan Iran.

Pada Juli, muncul laporan bahwa persediaan rudal pencegat AS telah berkurang drastis hingga sekitar 25 persen dari level yang dianggap penting oleh Departemen Pertahanan AS atau Pentagon.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut