Harga Minyak Dunia Naik usai AS Serang Iran, Pasokan Makin Ketat
NEW YORK, iNews.id - Harga minyak mentah dunia naik sekitar 1 persen pada Rabu (10/6/2026) usai militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap Iran. Kenaikan ini menjauhi level terendah dalam tujuh pekan.
Kenaikan harga minyak mentah juga didorong penurunan besar pada persediaan minyak mentah AS.
Melansir Reuters, kontrak berjangka Brent naik 83 sen atau 0,9 persen menjadi 92,29 dolar AS per barel. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 68 sen atau 0,8 persen ke level 88,97 dolar AS per barel.
Sebelumnya, Brent ditutup pada level terendah sejak 17 April pada perdagangan Selasa, sedangkan WTI mencatat penutupan terlemah sejak 29 Mei. Pelemahan tersebut terjadi setelah Israel dan Iran menghentikan serangan langsung satu sama lain menyusul desakan Trump agar kedua pihak menghentikan konflik.
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Timur Tengah dengan Rudal dan Drone
Serangan militer AS terhadap sejumlah target di Iran dilakukan setelah Presiden Donald Trump berjanji akan merespons jatuhnya helikopter serang Apache milik AS pada malam sebelumnya. Insiden ini menjadi eskalasi terbaru yang mengancam runtuhnya gencatan senjata rapuh antara Washington dan Teheran.
Merespons hal itu, Teheran menyatakan akan kembali melanjutkan permusuhan apabila Israel terus menyerang kelompok milisi Hizbullah di Lebanon. Penolakan Israel untuk mengakhiri serangan terhadap Hizbullah, yang didukung Iran, dinilai menghambat upaya Trump untuk memperpanjang gencatan senjata yang masih rapuh dalam konflik yang lebih luas antara AS, Israel, dan Iran menjadi kesepakatan damai yang lebih permanen.
AS Serang Iran, Menlu Araghchi: Kami Balas!
Donald Trump Ungkap Helikopter Apache AS Jatuh di Selat Hormuz Ditembak Iran
Pada saat yang sama, Teheran masih membatasi sebagian besar lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dunia. Di sisi lain, Washington juga menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, lalu lintas kapal di kawasan Teluk serta ekspor minyak melalui Selat Hormuz mulai meningkat meski Washington dan Teheran masih kesulitan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
Dari sisi pasokan, persediaan minyak mentah AS turun pada pekan lalu untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut. Informasi tersebut berasal dari sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute (API) yang dirilis Selasa. Selain itu, stok bensin AS juga mengalami penurunan.
Menurut salah satu sumber, persediaan minyak mentah AS berkurang 9,12 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni. Sementara, persediaan bensin turun 1,19 juta barel.
Selama konflik berlangsung, Amerika Serikat berperan sebagai pemasok tambahan minyak mentah dan produk energi ke pasar global dengan meningkatkan ekspor ke Asia dan Eropa.
Penurunan persediaan minyak di AS berpotensi mengurangi volume ekspor, yang pada akhirnya dapat mendorong harga minyak dunia bergerak lebih tinggi.
Editor: Aditya Pratama