Heboh Kasus Pemerkosaan Anak Perempuan, Myanmar Tutup 7 Sekolah PAUD
YANGON, iNews.id - Pemerintah Myanmar menutup sementara tujuh sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) di ibu kota Naypyidaw, Kamis (4/7/2019), menyusul kasus pemerkosaan terhadap seorang balita perempuan.
Polisi telah menetapkan seorang tersangka kasus pemerkosaan melibatkan korban berusia 2 tahun. Kasus ini memicu keprihatinan dan ketakutan para orangtua karena pemerkosaan ini bisa saja menyebar dan terjadi di sekolah lain.
Kasus pemerkosaan ini terungkap setelah ayah korban berbicara kepada media pada pekan lalu. Peristiwa tersebut terjadi pada Mei 2019, putrinya pulang ke rumah dalam kondisi mengalami luka di alat kelamin.
Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan, luka itu merupakan dampak dari penetrasi atau pemerkosaan.
"15 sekolah swasta tutup pada Senin tetapi delapan telah dibuka kembali," kata Tin Zaw Moe, pejabat Departemen Kesejahteraan Sosial, dikutip dari AFP.
Meski hanya satu kasus, warganet menyebarluaskan kasus ini di media sosial sehingga menjadi memunculkan kekhawatiran.
Sebagai bentuk dukungan kepada keluarga korban, mereka mengubah foto profil Facebook dan mengampanyekan 'Justice for Victoria', nama samaran korban.
Tak hanya itu, ratusan orang akan ambil bagian dalam aksi unjuk rasa di Departemen Penyelidikan Kriminal (CID) Kepolisian Yangon pada Sabtu mendatang, mendesak agar pelaku diberikan hukuman berat.
Pakar kesejahteraan anak dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Terre des Hommes (Lausanne) menyatakan, kasus pemerkosaan anak sangat umum di kota-kota berpenghasilan rendah di Myanmar. Sebagian besar kasus ini tidak dilaporkan ke polisi.
Stigma dan keengganan untuk melakukan proses peradilan yang panjang membuat keluarga enggan untuk buka mulut.
LSM itu menyebut, ada satu atau dua kasus pemerkosaan anak setiap pekan di Yangon.
Editor: Anton Suhartono