Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Data Wabah ASF di Sulbar, 92 Ekor Babi Mati dan Puluhan Lainnya Terjangkit Virus
Advertisement . Scroll to see content

Heboh! Virus Mematikan Mewabah di India, 22 Anak Meninggal Dunia

Rabu, 05 Agustus 2026 - 17:08:00 WIB
Heboh! Virus Mematikan Mewabah di India, 22 Anak Meninggal Dunia
Ilustrasi pasien anak. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id – Pemerintah India mengerahkan tim respons nasional menyusul meningkatnya kasus virus Chandipura yang telah menyebabkan sedikitnya 22 anak meninggal dunia. Wabah ini dilaporkan terjadi di negara bagian Gujarat dan Rajasthan, sehingga memicu kewaspadaan otoritas kesehatan setempat.

Kementerian Kesehatan India menyatakan tim nasional akan membantu pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan wabah, mulai dari investigasi epidemiologi, pengawasan kasus, hingga pengendalian penyebaran virus.

Virus Chandipura merupakan virus langka yang dapat menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak dan dikenal dapat berkembang dengan cepat hingga memicu komplikasi berat.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus Chandipura ditularkan melalui gigitan serangga, terutama sandfly (lalat pasir), serta dapat melibatkan nyamuk dan kutu sebagai vektor penularan. Risiko infeksi biasanya meningkat selama musim hujan ketika populasi serangga berkembang pesat.

Menteri Kesehatan Gujarat, Praful Pansheriya, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap 184 pasien yang diduga terinfeksi.

"Kami melakukan tes darah terhadap 184 pasien dan sebanyak 35 di antaranya dinyatakan positif virus Chandipura," ujar Pansheriya, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (5/8/2026).

Di Gujarat sendiri, puluhan anak dilaporkan meninggal akibat infeksi virus tersebut. Sementara itu, negara bagian Rajasthan juga melaporkan dua kematian akibat Chandipura pada bulan sebelumnya.

Virus Chandipura pertama kali diidentifikasi di India pada 1965 dan termasuk dalam kelompok Rhabdoviridae. Meski tergolong langka, virus ini memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi, terutama pada anak-anak.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut