Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Advertisement . Scroll to see content

Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 - 10:04:00 WIB
Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York
Seorang demonstran melakukan aksi bakar diri di depan Markas Besar PBB, New York, AS, Kamis (2/7) (Foto: New York Post)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Seorang demonstran tewas setelah melakukan aksi bakar diri di depan Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (2/7/2026). Dia dinyatakan tewas setelah dilarikan ke rumah sakit.

Rekaman CCTV dari markas besar yang beredar di media sosial mengungkap, sebelum membakar diri, pria yang diketahui bernama Lobga Rangzen itu menancapkan bendera Tibet di trotoar. Insiden itu terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat di dekat East 43rd Street dan First Avenue.

Lobga memprotes pendudukan China atas Tibet. Dia mengenakan baju biarawan lengkap, menancapkan bendera Tibet, lalu membakar diri di tengah kondisi jalan yang ramai.

Pria yang telah tinggal di AS selama 20 tahun itu lalu ambruk ke trotoar kurang dari 1 menit setelah seluruh tubuhnya dilalap api, sementara mobil-mobil di sekitar membunyikan klakson. Sekitar 15 detik kemudian, dua petugas first responders tiba di lokasi dan memadamkan api. Dia lalu dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis hingga dinyatakan meninggal dunia.

Petugas menemukan kertas di tempat kejadian yang isinya pesan, "China Keluar dari Tibet."

Departemen Kepolisian New York (NYPD) membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Polisi masih mendalami aksi bakar diri tersebut, apakah ada latar belakang kriminal atau murni inisiatif pribadi.

China mengambil alih Tibet pada 1951, menyebut langkah tersebut sebagai pembebasan yang damai.

Sementara bendera yang dibawa demonstran dikaitkan dengan pemberontakan melawan pemerintahan China pada 1959 namun gagal. Setelah itu parlemen dan pemerintahan Tibet di pengasingan didirikan di India.

Beijing tidak mengakui pemerintahan tersebut seraya menegaskan Tibet telah menjadi bagian dari China sejak abad ke-13. Namun, Dalai Lama berpendapat Tibet adalah negara merdeka pada saat Tentara Pembebasan Rakyat China memasuki wilayah tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut