Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
RIYADH, iNews.id - Arab Saudi mengutuk blokade maritim yang diberlakukan kelompok HouthiYaman terhadap negaranya. Negara Teluk tersebut juga membantah berada di balik serangan ke wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi mengutuk tuduhan yang dsanpaikan juru bicara militer Houthi bahwa militernya mengepung Yaman dan memberlakukan blokade maritim terlebih dulu.
Disebutkan, Saudi akan melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapalnya dari serangan kelompok yang didukung Iran tersebut.
Houthi pada Senin kemarin mengumumkan akan memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Keputusan itu berpotensi membuka front baru pertempuran melawan Amerika Serikat (AS) serta meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi global dan perdagangan di luar Teluk.
Angkatan bersenjata Houthi menyatakan, "Embargo maritim terhadap Saudi berdasarkan prinsip 'mata ganti mata' berlaku segera".
Blokade itu sebagai tanggapan atas pengepungan Saudi terhadap Yaman yang tidak adil dan menindas.
Yaman terperangkap dalam perang saudara selama lebih dari 1 dekade sejak Houthi merebut Ibu Kota Sanaa, memicu intervensi militer koalisi pimpinan Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, menyebabkan Yaman terbagi antara pemerintah yang didukung Saudi di Aden dan pemerintahan Houthi di Sanaa.
Editor: Anton Suhartono