Idul Adha, Taliban Pertimbangkan Letakkan Senjata Selama 4 Hari
PESHAWAR, iNews.id - Militan Taliban mempertimbangkan gencatan senjata pada Hari Raya Idul Adha di Afghanistan pekan depan. Pada Hari Raya Idul Fitri lalu, Taliban melakukan langkah serupa, menghentikan perang dengan pasukan pemerintah selama tiga hari.
Sejauh ini belum ada keputusan resmi yang diambil para pemimpin Taliban. Mereka akan bertemu pada Rabu (15/8/2018) untuk membahas berbagai opsi.
Jika opsi gencatan senjata diambil, kemungkinan Taliban akan mengumumkan di Ghazni, provinsi yang sebagian besar distriknya berada dalam kekuasaan tentara pelajar itu.
Sebelum pertempuran di Ghazni banyak harapan dari berbagai pihak Taliban mengulangi gencatan senjata seperti pada Juni lalu. Itu merupakan pengumuman mengejutkan dan dianggap sebagai sinyal bahwa Taliban akan kembali ke meja perundingan setelah terputus sejak 2015.
Pemerintah Afghanistan pada bulan lalu mempertimbangkan menawarkan gencatan senjata selama sepekan untuk Idul Adha.
"Teman-teman menasehati bahwa kami harus mengumumkan gencatan senjata empat hari untuk Idul Adha yang akan datang agar rakyat Afghanistan dapat merayakannya dengan damai seperti saat Idul Fitri dua bulan lalu," kata seorang pejabat Taliban, dikutip dari Reuters, Rabu (15/8/2018).
"Seperti biasa akan ada perbedaan pendapat tentang gencatan senjata seperti yang kami hadapi terakhir saat Idul Fitri. Tapi pemimpin tertinggi Sheikh Haibatullah Akhunzada akan memainkan perannya dan akan mengumumkan gencatan senjata atau mungkin meminta para pejuang untuk melanjutkan perjuangan mereka," kata pejabat yang juga anggota majelis syura.
Pemimpin Taliban lainnya berharap kepemimpinan akan mengumumkan gencatan senjata seperti pada Idul Fitri. Saa itu kondisi begitu tenang. Para pejuang dan tentara yang tidak bersenjata berbaur di jalan-jalan Kabul dan kota lainnya.
"Permintaan untuk satu pekan, tetapi kepemimpinan kami mungkin mengumumkan empat hari gencatan senjata untuk memungkinkan rakyat Afghanistan membeli hewan kurban dan merayakan Idul Adha di lingkungan yang damai," katanya.
Editor: Anton Suhartono