India Umumkan Lockdown, 1,3 Miliar Warga Diharuskan Tetap di Rumah
NEW DELHI, iNews.id - Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan lockdown total untuk mencegah penyebaran virus corona. Sebanyak 1,3 miliar penduduk di negara itu dilarang berpergian selama 21 hari.
Lockdown dimulai pada Selasa lepas tengah malam atau Rabu (25/3/2020) dini hari.
“Mulai pukul 12 tengah malam, seluruh wilayah negara dalam kondisi lockdown, lockdown total,” kata Modi, dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari AFP.
"Untuk menyelamatkan India, untuk menyelamatkan setiap warga, Anda, keluarga Anda, semua jalan, setiap lingkungan, dikurung,” ujarnya, menegaskan.
Penyelenggara Pesta Urine Sapi untuk Cegah Korona di India Ditangkap Polisi
Kasus Covid-19 India memang tak sebanyak di sebagian besar negara lain yang memberlakukan penguncian. Namun perkembangan kasus virus corona beberapa hari terakhir mengkhawatirkan.
Menurut Modi, semua warga India tak terkecuali harus menaati aturan pemberlakuan lockdown demi menghentikan penyebaran virus mematikan ini.
“Ini merupakan jam malam. Kami harus membayar biaya ekonomi (yang mahal) untuk ini, tapi untuk menyelamatkan setiap keluarga. Ini adalah tanggung jawab semua orang, prioritas terbesar," tuturnya.
"Jika 21 hari ini tidak dikelola, negara dan keluarga Anda akan kembali 21 tahun lagi. Saya tidak mengatakan hal ini sebagai perdana menteri, saya mengatakan ini sebagai sesama warga negara, anggota keluarga."
Sejauh ini India mengonfirmasi 519 kasus Covid-19, sebanyak 10 di antaranya meninggal.
Langkah penguncian sudah dilakukan oleh beberapa negara bagian, termasuk menutup perbatasan dan membatasi pergerakan warga, yakni hanya untuk alasan penting.
India juga telah menghentikan penerbangan internasional selama sepekan yakni dimulai pada Minggu, menghentikan penerbangan domestik, serta menutup pelabuhan laut dan sungai.
Perusahaan kereta Indian Railways, salah satu jaringan transportasi terbesar di dunia dengan melayani lebih dari 20 juta penumpang setiap hari, telah menghentikan sebagian besar layanan, kecuali untuk perjalanan dalam kota dan angkutan barang.
Editor: Anton Suhartono