Indonesia Intensifkan Lobi untuk Dukung Palestina
AMMAN, iNews.id – Pemerintah Indonesia akan melakukan serangkaian pertemuan dengan banyak negara untuk mendukung penuh Palestina sekaligus menolak klaim Amerika Serikat (AS) tentang Yerusalam sebagai Ibu Kota Israel.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi yang telah bertolak ke Amman, Yordania, pada Minggu, 10 November 2017, akan menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Palestina dan Menlu Yordania.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno akan menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap Palestina.
“Perjalanan ini ditujukan untuk memperkokoh perjuangan diplomasi Indonesia untuk Palestina. Di Amman, saya akan melakukan pertemuan dengan Menlu Palestina dan Yordania," kata Retno dalam siaran tertulisnya
Indonesia juga akan membahas persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang akan digelar di Istanbul, Turki pada Rabu, 13 Desember.
OKI didirikan pada 1969 beranggotakan 57 negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam pertemuan ini.
Dari Istanbul, Retno melanjutkan safari diplomasinya ke Brussels, Belgia dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Uni Eropa. ”Pertemuan ini untuk memperkokoh dukungan negara Barat agar tidak mengikuti keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan untuk tidak memindahkan kedutaanya ke Yerusalem,” paparnya.
Sementara itu, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengungkapkan keputusan pengakuan Yerusalem oleh AS bukan hal mudah untuk diimplementasikan.
“Kita menjelaskan kepada semua pihak bahwa keputusan AS tidak sesuai dengan hukum internasional, diplomasi, dan kemanusiaan,” kata Erdogan saat bertemu dengan anggota Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP).
Semua pihak yang dimaksud adalah penjelasannya kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus. “Dengan peta jalan yang kita ciptaan pada pertemuan OKI, kita akan menunjukkan keputusan AS itu tidak mudah dilaksanakan,” kata dia.
Menlu Palestina Riyad al-Maliki mengungkapkan Palestina akan mencari perundingan damai baru yang dimediasi AS. “Palestina juga akan mencari resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai keputusan AS,” jelasnya.
Sebelumnya, Liga Arab menggelar pertemuan darurat di Kairo pada Sabtu (9/12) lalu. Mereka menyatakan keputusan AS sebagai pelanggaran hukum internasional. Mereka juga akan mencari langkah ke Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan langkah AS tersebut.
Para menlu negara Arab menyatakan pengakuan AS membawa Timur Tengah ke dalam kekerasan dan kerusuhan yang lebih buruk. Mereka juga menyebutkan pengakuan itu juga mengakhiri netralitas AS dalam masalah yang paling sensitif di kawasan tersebut.
Editor: Haryo Jati Waseso