Infeksi Covid-19 di Arab Saudi Tembus 140.000 Kasus usai Catat Rekor Harian Lagi
RIYADH, iNews.id – Arab Saudi pada Rabu (17/6/2020) malam kembali mencatatkan rekor tertinggi lonjakan kejadian infeksi virus corona (Covid-19) sebanyak 4.919 kasus dalam 24 jam. Dengan begitu, sampai hari ini ada total 141.234 kasus Covid-19.
Meskipun ada peningkatan kasus baru, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengonfirmasi banyak tambahan kasus kesembuhan setiap hari. Selama 24 jam terakhir, ada 2.122 pasien telah sembuh dari wabah corona di negeri padang pasir itu. Dengan begitu, total pasien sembuh di Arab Saudi sampai hari ini menjadi 91.662 orang.
Dilansir Saudi Gazette, Kementerian Kesehatan juga mencatat 39 kasus kematian baru, sehingga total pasien Covid-19 yang meninggal di Arab Saudi kini menjadi 1.091 jiwa.
Sebagian besar kejadian infeksi yang baru terdeteksi ditemukan di Ibu Kota Riyadh yang menunjukkan peningkatan signifikan 2.371 kasus dalam 24 jam terakhir. Berikutnya, ada 282 kasus infeksi di Makkah, 279 kasus di Jeddah, 273 di Hufof, dan 156 di Madinah.
Selanjutnya, ada temuan 140 kasus di Taif, 137 kasus di Dammam, 123 kasus di Dhahran, 114 kasus di al-Khobar, dan 100 di Khamis Mushayt. Sisa dari kasus-kasus baru yang dilaporkan tadi malam terdeteksi di berbagai kota dan kegubernuran di seluruh Kerajaan Arab Saudi.
Sebelumnya, Arab Saudi sempat mengalami penurunan kejadian baru infeksi Covid-19 di bawah 2.000 kasus selama 8 hari berturut-turut dari pekan terakhir Mei hingga 2 Juni lalu. Namun, sejak sejumlah aturan pembatasan dilonggarkan, ada tren kenaikan lagi pada lonjakan harian kasus infeksi corona di negeri itu.
Kini, sudah 12 hari berturut-turut Arab Saudi mengalami penambahan kasus virus corona di atas 3.000 kejadian per hari. Bahkan, dalam seminggu terakhir, negeri padang pasir itu sudah beberapa kali mencatatkan rekor lonjakan kasus harian tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan, jika masyarakat terus-terusan mengabaikan aturan pencegahan wabah dan protokol kesehatan, pemerintah bakal mempertimbangkan untuk menerapkan kembali pembatasan sosial yang pernah diberlakukan sebelumnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil