Inggris Bakal Wajibkan Karantina 14 Hari bagi Setiap Pendatang yang Masuk

Ahmad Islamy Jamil ยท Sabtu, 09 Mei 2020 - 13:40:00 WIB
Inggris Bakal Wajibkan Karantina 14 Hari bagi Setiap Pendatang yang Masuk
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.idInggris berencana memperkenalkan aturan karantina wajib 14 hari bagi sebagian besar kedatangan internasional ke negara itu untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Rencana itu muncul ketika Inggris secara bertahap akan memperketat aturan tetap tinggal di rumah bagi warga yang mulai diberlakukan sejak akhir Maret lalu.

Menurut aturan baru tersebut, semua orang yang datang ke Inggris baik melalui udara, laut, maupun kereta api, akan diminta untuk mengisolasi diri selama dua pekan. The Times melaporkan, aturan itu akan diberlakukan dengan pemeriksaan langsung pada alamat yang diberikan para pelancong yang masuk ke Inggris. Para pelanggar akan diberikan hukuman termasuk denda hingga 1.000 poundsterling (Rp18,5 juta) atau bahkan deportasi.

Masih menurut surat kabar The Times, Perdana Menteri Boris Johnson akan mengumumkan langkah-langkah aturan tersebut secara lebih perinci pada Minggu (10/5/2020) besok. Sementara BBC melaporkan, perintah karantina dua minggu bagi para pendatang itu direncanakan akan diajukan pada akhir Mei ini, mengutip sumber pemerintah.

Menjelang pidato Johnson yang akan disiarkan di televisi lokal akhir pekan ini, Pemerintah Inggris telah mengisyaratkan bahwa tidak akan ada perubahan besar pada kebijakan lockdown dan pembatasan sosial secara nasional yang sudah berlangsung di negara itu sejak Maret lalu.

Sementara, Pemerintah Wales telah meluncurkan rencana untuk membuka kembali pusat-pusat taman dan perpustakaan, namun mengatakan karantina wilayah yang lebih luas akan tetap diberlakukan selama tiga pekan lagi.

Sampai sejauh ini, lebih dari 31.000 pengidap virus corona di Inggris telah meninggal dunia. Jumlah itu menempatkan Inggris sebagai negara dengan kematian akibat Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda