Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Telanjur Menuduh, Inggris Akhirnya Akui Drone Hantam Pangkalan di Siprus Bukan dari Iran
Advertisement . Scroll to see content

Inggris Kirim 6.000 Rudal Tambahan ke Ukraina untuk Lawan Rusia

Kamis, 24 Maret 2022 - 06:43:00 WIB
Inggris Kirim 6.000 Rudal Tambahan ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Inggris akan mengirim sekitar 6.000 rudal pertahanan baru ke Ukraina. Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan dana hampir 30 juta Poundsterling atau 40 juta dolar AS untuk mendukung liputan BBC di kawasan itu dan membayar tentara serta pilot Ukraina.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson akan mengumumkan paket dukungan baru di pertemuan para pemimpin NATO dan G7, Kamis (24/3/2022). Inggris juga menyatakan kesediaan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina lebih lanjut. 

"Inggris akan bekerja dengan sekutu kami untuk meningkatkan dukungan militer dan ekonomi ke Ukraina, memperkuat pertahanan mereka saat mereka membalikkan keadaan dalam pertarungan ini," kata Johnson.

Dalam keterangannya, dia menambahkan, satu bulan setelah krisis ini, masyarakat internasional menghadapi pilihan.

"Kita dapat menjaga api kebebasan tetap hidup di Ukraina, atau mengambil risiko dipadamkan di seluruh Eropa dan dunia," katanya. 

Sebagai bagian dari paket, Inggris akan menyediakan 6.000 rudal dan 25 juta pound dukungan keuangan untuk militer Ukraina. Bantuan tersbeut juga menyediakan 4,1 juta Poundsterling untuk BBC World Service guna membantu mendukung layanan bahasa Ukraina dan Rusia, dan mengatasi disinformasi.

Inggris mengatakan, dengan komitmen baru itu total akan menyediakan hingga 10.000 rudal. Dana tambahan lebih dari 400 juta pound yang juga diberikan dalam bentuk bantuan kemanusiaan dan ekonomi.

KTT NATO di Brussels hari Kamis diperkirakan akan membuka bantuan tambahan untuk Kiev termasuk peralatan untuk membantu Ukraina melindungi dari ancaman kimia, biologi, radiologi dan nuklir. 

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut