Inggris: Mayoritas Pasien Covid-19 Punya Antibodi, tapi Belum Tentu Kebal Virus

Antara ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 12:55:00 WIB
Inggris: Mayoritas Pasien Covid-19 Punya Antibodi, tapi Belum Tentu Kebal Virus
Ilustrasi virus corona. (Foto: Istimewa)

LONDON, iNews.id – Sejumlah penelitian di Inggris membuktikan bahwa sebagian besar orang yang mengidap virus corona (Covid-19) mengembangkan antibodi di dalam tubuh mereka. Akan tetapi, masih terlalu dini untuk menyebut antibodi itu mampu memberikan kekebalan tubuh atau imunitas pada mereka.

“Mayoritas orang yang terinfeksi Covid-19 sejauh ini, menelepon kembali bahwa mereka telah mendapat antibodi di dalam aliran darah mereka,” ujar Wakil Kepala Medis Inggris, Jonathan Van-Tam, saat konferensi pers harian di London, Senin (4/5/2020) waktu setempat, dikutip Reuters.

“Secara umum, orang-orang itu mendapat antibodi. Pertanyaan selanjutnya yaitu, apakah antibodi itu melindungi mereka dari infeksi lebih lanjut. Dan kita belum memiliki waktu cukup lama meneliti penyakit ini untuk mengetahui jawaban pastinya,” tuturnya.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan, pemerintah bersama perusahaan farmasi Swiss, Roche, masih sedang membahas uji coba antibodi itu. Kesanggupan antibodi dalam darah sampai saat ini menjadi subjek penelitian di banyak negara.

Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan negara bagian melakukan tes antibodi kepada warganya. Beberapa temuan dari tes itu memperlihatkan bahwa di Negara Bagian New York, warga yang memiliki antibodi terhadap virus corona mencapai angka 14 persen.

Namun, keampuhan antibodi untuk menangkal infeksi virus corona masih menjadi pertanyaan publik. India termasuk negara yang mempertanyakan efektivitas antibodi dalam melawan corona tersebut. Otoritas kesehatan di negara itu pun telah menyatakan untuk menunda implementasi tes antibodi pada warganya.

Berita Lain Bisa Dibaca di Okezone.com: AS Proyeksikan Kenaikan Tajam Kematian dan Kasus Covid-19

Editor : Ahmad Islamy Jamil