Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Pezeshkian: Iran Tak Akan Tunduk kepada AS
Advertisement . Scroll to see content

Ini Dia Senjata Nuklir B16-12 AS yang Akan Disebar di Eropa, Bisa Diluncurkan dari Jet Tempur

Selasa, 01 November 2022 - 14:23:00 WIB
Ini Dia Senjata Nuklir B16-12 AS yang Akan Disebar di Eropa, Bisa Diluncurkan dari Jet Tempur
Senjata nuklir B61-12 saat diuji coba diluncurkan dari jet tempur F-15 (Foto: PBS)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan mengirim senjata nuklir taktis versi modern dari B61, yakni B61-12, ke pangkalan-pangkalan NATO di Eropa.  Pengirimannya dipercepat beberapa bulan lebih awal dari rencana sebelumnya. 

Berdasarkan laporan Politico, dalam pertemuan tertutup NATO, seorang pejabat AS mengatakan, senjata nuklir versi modern B61-12 akan tiba di pangkalan Eropa, yakni Italia, Jerman, Turki, dan Belgia paling cepat pada Desember mendatang. 

Lantas apa kehebatan dari senjata nuklir B61-12 ini?

B61-12 merupakan bom gravitasi termonuklir yang versi terdahulunya sudah memperkuat militer AS sejak 1968. Bom tersebut dapat diluncurkan dari udara menggunakan pesawat pengebom maupun jet tempur, seperti B-2A, F-15E, F-16C/D, F-16 MLU, PA-200, F-35, dan B-21.

Senjata ini memiliki panjang hingga 4 meter dan bisa ditembakkan ke target dalam mode gravitasi balistik atau metode jatuh terpandu.

Pengembangan versi terbaru ini adalah bagian dari program perpanjangan masa pakai (LEP) B61-12. Program tersebut mengganti komponen non-nuklir yang sudah tua, seperti sekering serta baterai dari bom B61 versi B61-3, B61-4, B61-7, dan B61-10 yang telah ada. 

Untuk hulu ledak, B61-12 menggunakan bom yang sama dengan B61-4 dengan dua rakitan utama, yakni rakitan bom serta pemandu tail kit. Perakitan bom terdiri dari komponen nuklir dan non-nuklir yang diperbaharui sedangkan pemandu tail kit menggabungkan kemampuan terjun bebas terpandu dengan kemampuan pengiriman balistik dari versi B61. 

Dilengkapi empat sirip pada bagian ekor, senjata ini menawarkan tingkat akurasi tinggi serta kemampuan stand-off terbatas dibandingkan versi sebelumnya. 

Selain itu senjata taktis ini membawa hulu ludak nuklir lebih rendah dengan tujuan menghancurkan target militer dengan dampak kerusakan minimum. Hulu ledaknya ada empat pilihan, yaitu 0,3 kiloton (kt), 1,5 kt, 10 kt, serta 50 kt. 

Saat beroperasi, B61-12 menggunakan sistem navigasi inersia (INS) untuk mencapai probabilitas tinggi. Tingkat akurasi B61-12 sekitar 30 sentimeter. 

Pada Juni 2020, B61-12 sukses menjalani uji terbang menggunakan jet tempur F-15E Angkatan Udara AS. Bom tersebut dijatuhkan dari ketinggian 25.000 kaki serta berada di udara selama kurang lebih 55 detik sebelum mengenai sasaran. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut