Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Delegasi Kuba Walk out saat Trump Pidato di Sidang Umum PBB, Kenapa?
Advertisement . Scroll to see content

Ini Isi Pidato Trump di Sidang Umum PBB yang Bikin Delegasi Kuba Walk out

Rabu, 23 September 2026 - 09:29:00 WIB
Ini Isi Pidato Trump di Sidang Umum PBB yang Bikin Delegasi Kuba Walk out
Delegasi Kuba walk out saat Donald Trump menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB, Selasa (22/9) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Delegasi Kubawalk out saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato dalam sesi debat Sidang Umum PBB, Selasa (22/9/2026) waktu New York.

Aksi tersebut terjadi setelah Trump menyebut Kuba sebagai negara gagal seraya menegaskan pemerintahan komunis negara itu berada di bawah tekanan terbesar sepanjang sejarahnya. Trump lalu mengatakan kebebasan akan segera datang ke Kuba.

"Pemerintahan saya juga berupaya melakukan perubahan mendasar untuk menangani situasi di Kuba, di mana rezim komunis berada di bawah tekanan besar, tekanan terbesar yang pernah mereka alami," kata Trump, dalam pidatonya, seperti dikutip Reuters, Rabu (23/9/2026).

Trump kemudian melontarkan pernyataan yang lebih keras. Dia menyebut Kuba sebagai negara yang benar-benar gagal dan memprediksi pemerintahan tersebut akan segera runtuh.

"Ini merupakan negara yang benar-benar gagal, gagal, seperti belum pernah terjadi sebelumnya, dan akan runtuh," ujar Trump.

Tak hanya itu, Trump menegaskan bahwa komunisme yang dianut Kuba tidak boleh dan tidak akan pernah sampai ke Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di hadapan para pemimpin dan delegasi negara anggota PBB. Tidak lama setelah Trump menyinggung kondisi Kuba dan pemerintahannya, delegasi Kuba meninggalkan ruang Majelis Umum PBB.

Trump juga menyinggung upaya pemerintahannya untuk melakukan perubahan mendasar terkait situasi di Kuba. Menurut dia, tekanan terhadap rezim komunis di negara tersebut kini berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

AS diketahui telah menerapkan embargo perdagangan terhadap Kuba selama lebih dari 60 tahun. Hubungan kedua negara memburuk sejak Revolusi Kuba yang dipimpin Fidel Castro pada 1959.

Dalam beberapa tahun terakhir, Washington kembali meningkatkan tekanan terhadap Havana. Pemerintahan Trump disebut mengerahkan kekuatan militer ke sekitar kawasan Kuba pada Januari, yang juga berkaitan dengan upaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Trump sebelumnya juga beberapa kali menyebut Kuba sebagai negara gagal. Pada Juni lalu, dia mengatakan AS memiliki rencana bagus untuk Kuba dan akan menangani negara tersebut.

Kuba dan AS sendiri telah menjadi rival selama puluhan tahun. Ketegangan antara kedua negara berakar dari Revolusi Kuba 1959 yang membawa Fidel Castro dan pemerintahan komunisnya berkuasa.

Aksi walk out delegasi Kuba di Sidang Umum PBB tersebut menjadi simbol terbaru ketegangan panjang antara Havana dan Washington, yang kembali memanas di bawah pemerintahan Trump.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut