Ini Proyeksi Ahli Kesehatan soal Korban Jiwa di Gaza 6 Bulan Mendatang
LONDON, iNews.id - Peneliti independen Amerika Serikat (AS) dan Inggris mengungkap, jumlah warga Gaza yang meninggal diperkirakan terus bertambah setidaknya 8.000 orang dalam 6 bulan mendatang, meski perang berakhir saat ini. Gaza dilanda krisis kesehatan akibat perang yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023.
Para akademisi dan peneliti Johns Hopkins Center for Humanitarian Health AS dan London School of Hygiene and Tropical Medicine, membuat proyeksi lebih luas mengenai kemungkinan korban jiwa disebabkan oleh konflik di Gaza selama 6 bulan ke depan.
Laporan yang diterbitkan pada Senin (19/2/2024) itu tidak memasukkan kondisi di Israel karena sistem kesehatan masyarakat di sana tak terdampak perang.
Menurut peneliti, jika pertempuran di Gaza terus berlanjut, bahkan meningkat, cedera traumatis akan menjadi penyebab sebagian besar kematian. Bukan hanya itu kematian akibat kekurangan gizi, penyakit menular seperti kolera, serta kurangnya akses terhadap perawatan untuk beberapa penyakit, seperti diabetes, juga bisa membunuh ribuan orang.
Dalam skenario terburuk, jika pertempuran meningkat dan terjadi wabah penyakit yang signifikan, sekitar 85.570 orang mungkin meninggal hingga awal Agustus 2024. Dari jumlah itu, 68.650 di antaranya disebabkan cedera traumatis.
Sementara jika gencatan senjata dilakukan saat ini, jumlah korban tewas bisa bertambah 11.580 orang dalam 6 bulan. Wabah penyakit akan menjadi tantangan utama di mana sistem sanitasi dan kesehatan di Gaza tak berfungsi.
Sekitar 3.250 dari jumlah itu disebabkan oleh komplikasi jangka panjang akibat cedera trauma serta 8.330 sisanya akibat sebab lain.
Data Kementerian Kesehatan di Gaza mengungkap, serangan Israel ke Gaza hingga Selasa (20/2/2024) tekah menewaskan lebih dari 29.100 orang.
Rumah sakit di Gaza hancur akibat pertempuran dan lebih dari 85 persen dari 2,3 juta penduduknya mengungsi. Buruknya sanitasi dan kondisi di pengungsian memicu berbagai penyakit seperti diare serta malnutrisi.
Editor: Anton Suhartono