Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Asian Games Kacau: Banyak Atlet Telantar di Bandara hingga Lagu Kebangsaan Salah
Advertisement . Scroll to see content

Ini Rahasia Jepang Punya 100.000 Lebih Penduduk Berusia 100 Tahun ke Atas

Sabtu, 19 September 2026 - 07:16:00 WIB
Ini Rahasia Jepang Punya 100.000 Lebih Penduduk Berusia 100 Tahun ke Atas
Jepang mencatat rekor baru dalam jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas, yakni menembus 100.000 orang (Foto: Kyodo via AP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Jepang mencatat rekor baru dalam jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas. Pada 2026, jumlahnya mencapai 107.677 orang, untuk pertama kalinya menembus angka 100.000.

Data Statistik Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang yang dirilis Selasa (15/9/2026) menunjukkan jumlah tersebut meningkat 7.914 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Lantas, apa rahasia di balik panjang umur warga Jepang hingga lebih dari 100 tahun?

Para ahli mengaitkan tingginya angka harapan hidup di Jepang dengan sejumlah faktor, terutama pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Makanan yang umum dikonsumsi masyarakat Jepang antara lain ikan, sayuran, dan nasi, dengan asupan lemak jenuh yang relatif sedikit.

Hampir 88 persen dari total warga Jepang berusia 100 tahun ke atas merupakan perempuan. Kishimoto Fuyo asal Kyoto tercatat sebagai perempuan tertua di Jepang dengan usia 114 tahun.

Sementara itu, laki-laki tertua di Jepang adalah Kato Hikaru asal Kumamoto yang berusia 112 tahun.

"Senang, begitu banyak orang hidup panjang, sehat, dan aktif," ujar Menteri Kesehatan Kenichiro Ueno.

Menurut Ueno, kemajuan di bidang kedokteran dan teknologi turut berkontribusi terhadap meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Jepang. Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sistem jaminan sosial.

Jepang sendiri telah mengalami penuaan penduduk selama bertahun-tahun. Bahkan, selama lebih dari satu dekade, penjualan popok untuk orang dewasa dilaporkan lebih tinggi dibandingkan popok bayi.

Di sisi lain, Jepang menghadapi persoalan demografi yang berlawanan dengan tingginya jumlah penduduk lanjut usia. Angka kelahiran terus merosot, sementara semakin banyak anak muda yang tidak berencana menikah.

Survei Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang menunjukkan lebih dari 20 persen laki-laki dan perempuan lajang berusia 18-34 tahun tidak berniat menikah. Hampir separuh dari kelompok tersebut bahkan tidak melihat manfaat dari pernikahan.

Kondisi itu ikut memperburuk prospek populasi Jepang. Angka kesuburan total pada 2025 turun ke rekor terendah, yakni 1,14, jauh di bawah angka 2,1 anak per perempuan yang dianggap diperlukan untuk mempertahankan jumlah populasi dalam jangka panjang.

Akibatnya, total populasi Jepang diperkirakan menyusut menjadi sekitar 87 juta jiwa pada 2070.

Pada saat yang sama, penduduk berusia 65 tahun ke atas kini mencapai sekitar 30 persen dari total populasi. Proporsinya diperkirakan meningkat hingga hampir 40 persen pada 2070.

Dengan demikian, keberhasilan Jepang membuat semakin banyak warganya hidup hingga usia 100 tahun datang bersamaan dengan tantangan demografi besar: jumlah lansia terus bertambah, sementara generasi muda dan angka kelahiran terus menyusut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut