Intel AS Deteksi Adanya Aktivitas Baru di Pabrik Rudal Balistik Korut
WASHINGTON, iNews.id - Satelit mata-mata Amerika Serikat (AS) mendeteksi adanya aktivitas baru di pabrik Korea Utara (Korut) yang memproduksi rudal balistik antarbenua (ICBM).
Mengutip seorang pejabat AS, foto-foto infra merah menunjukkan kendaraan bergerak keluar dan masuk dari fasilitas di Sanumdong. Namun gambar tidak menunjukkan seberapa jauh perkembangan produksi rudal tersebut.
Washington Post melaporkan, Korut diduga membuat satu atau dua rudal balistik antarbenua baru di fasilitas penelitian di pinggiran Pyongyang. Informasi itu didapat dari seorang pejabat berdasarkan laporan intelijen.
Menurut pejabat AS, sebuah foto menunjukkan truk dan trailer tertutup mirip dengan yang digunakan Korut untuk memindahkan rudal ICBM-nya. Karena trailer dalam kondisi tertutup, tidak diketahui apa yang diangkut.
Gedung Putih menolak berkomentar soal laporan itu.
Bukti ini menunjukkan kegiatan terbaru yang berlangsung di fasilitas nuklir dan rudal Korut. Padahal, Kim Jong Un berjanji melucuti senjata nuklir dan rudalnya dalam pertemuan dengan Donald Trump di Singapura pada 12 Juni.
Setelah pertemuan dengan Kim, Trump menyatakan Korut tidak lagi menjadi ancaman nuklir. Kim, disebutnya, berkomitmen menuju denuklirisasi secara penuh.
Namun Korut tidak pernah menyebut secara rinci bagaimana denuklirisasi dilakukan.
Ini bukan pertama kalinya intelijen AS bentrok dengan sikap optimisme Trump. Pada akhir Juni, lembaga-lembaga intelijen AS menyebut Korut meningkatkan produksi bahan bakar senjata nuklir dan tidak berniat untuk melucuti persenjataan nuklir sepenuhnya.
Editor: Nathania Riris Michico