Iran Akan Serang Negara-Negara Timur Tengah yang Bantu Perang Ekonomi AS
TEHERAN, iNews.id - Iran mengancam akan menyerang negara-negara di Timur Tengah yang bergabung dengan Amerika Serikat (AS) melancarakan perang atau operasi ekonomi. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi ekonomi untuk menghancurkan Iran dengan cara mengisolasi sepenuhnya negara itu dari keuangan dan perdagangan global.
Trump menyebut operasi ekonomi itu mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya seraya mengajak negara-negara lain untuk bergabung.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan militernya akan menyerang negara-negara di sekitar Iran yang ikut-ikutan dengan AS dalam perang ekonomi.
Dia juga menegaskan, perang ekonomi AS akan membuat tidak setetes pun minyak akan meninggalkan Teluk Persia, ancaman terhadap kapal-kapal tanker negara Teluk.
Rezaei juga menegaskan, Iran siap sepenuhnya untuk menyerang perusahaan minyak AS dan perusahaan lain di Timur Tengah.
Trump pada 19 Agustus lalu memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran, paling menghancurkan yang belum pernah diterima negara lain.
Dia juga memperingatkan negara-negara dan perusahaan lain yang membantu Iran akan menghadapi sanksi ekonomi yang juga berat.
"Saya juga mengumumkan, negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya untuk memberi bantuan apa pun kepada Iran, akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang luar biasa," katanya, di akun Truth Social.
"Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Trump, melanjutkan.
Trump menyebut praktik penyelundupan minyak, pertukaran keuangan, transfer uang tunai, pendaftaran kapal, dan perusahaan fiktif sebagai aktivitas yang akan dihentikan.
Sejauh Uni Emirat Arab (UEA) telah memberlakukan embargo ekonomi terhadap Iran, termasuk penghentian kerja sama perdagangan. Namun keputusan itu diambil UEA sebelum pengumuman Trump.
Editor: Anton Suhartono