Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Damaikan 8 Perang, Trump: Seharusnya Saya yang Dapat Nobel Perdamaian
Advertisement . Scroll to see content

Iran Anggap Negara Teluk Saudara: Kok Sediakan Pangkalan Militer untuk AS?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:20:00 WIB
Iran Anggap Negara Teluk Saudara: Kok Sediakan Pangkalan Militer untuk AS?
Masoud Pezeshkian menegaskan negara-negara Teluk merupakan saudara bagi Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Presiden IranMasoud Pezeshkian menegaskan negara-negara Teluk merupakan saudara bagi Iran. Namun, dia mempertanyakan keputusan negara-negara tersebut yang menyediakan wilayah mereka untuk pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang digunakan dalam serangan terhadap Iran.

Pezeshkian menyampaikan hal itu kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pembicaraan melalui telepon belum lama ini. Dalam pembicaraan tersebut, keduanya membahas perkembangan kawasan, termasuk perang Iran melawan AS serta upaya diplomatik untuk mengakhirinya.

"Negara-negara Teluk adalah saudara bagi Iran," kata Pezeshkian kepada Putin, seperti dilaporkan Anadolu.

Meski menganggap negara-negara Teluk sebagai saudara, Pezeshkian menyesalkan keberadaan pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah mereka. Menurut dia, fasilitas tersebut digunakan Washington untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Pezeshkian menegaskan Iran tetap menginginkan hubungan baik dengan negara-negara tetangga di kawasan Teluk. Dia bahkan mengatakan Teheran siap bekerja sama untuk menciptakan perdamaian dan keamanan regional tanpa kehadiran atau keterlibatan kekuatan dari luar kawasan.

Di sisi lain, Pezeshkian menyampaikan kepada Putin bahwa Iran juga siap mencapai kesepakatan damai dengan AS, asalkan Washington menghormati hukum internasional.

Kantor kepresidenan Iran mengungkapkan, Pezeshkian memberikan informasi kepada Putin mengenai perkembangan negosiasi Iran-AS yang dimediasi Pakistan.

Dia menegaskan Iran tidak menutup pintu diplomasi dan siap mencapai kesepakatan yang setara dan adil. Kesepakatan tersebut harus mampu menjamin perdamaian dan keamanan yang bertahan lama di kawasan.

"Garis merah kami adalah kepentingan nasional Iran dan hak-hak rakyatnya," ujar Pezeshkian.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut