Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Langit Teheran Menghitam Usai Depot Minyak Iran Dihantam Israel, Warga Diminta Tak Keluar Rumah
Advertisement . Scroll to see content

Iran Beri Syarat Izinkan Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz: Usir Dubes AS dan Israel!

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:58:00 WIB
Iran Beri Syarat Izinkan Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz: Usir Dubes AS dan Israel!
Iran memberi syarat kepada negara-negara Arab dan Eropa jika kapal mereka bisa melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran memberi syarat kepada negara-negara Arab dan Eropa jika kapal mereka bisa melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan. 

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, militernya akan mengizinkan kapal-kapal tanker maupun dagang melintasi Selat Hormuz jika mau memenuhi satu syarat penting. 

"Negara Arab atau Eropa mana pun yang mengusir duta besar Israel dan Amerika Serikat dari wilayah mereka akan diberi kebebasan penuh dan hak untuk melewati Selat Hormuz mulai besok," bunyi pernyataan IRGC, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah Iran, Senin (9/3/2026).

Sebelumnya Penasihat IRGC Ibrahim Jabari mengatakan, penutupan Selat Hormuz bisa memukul perekonomian global, termasuk AS. Dia menuding AS sebagai negara yang rakus minyak dan menjadi pemicu eskalasi.

“Amerika Serikat rakus akan minyak. Beri tahu mereka bahwa kami sekarang telah menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal-kapal melewatinya,” kata Jabari.

Dia memperkirakan dampak penutupan jalur laut strategis itu bisa mendongkrak harga minyak dunia menjadi 200 dolar AS per barel, yang berpotensi mengguncang perekonomian AS.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Pantai utaranya dikuasai Iran, sementara pantai selatan berbatasan dengan Uni Emirat Arab dan Oman. Jalur ini menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.

Al Jazeera melaporkan, biaya pengiriman laut ke Irak melonjak hingga 60 persen akibat kenaikan premi asuransi. Setidaknya tujuh kapal tanker minyak masih tertahan di perairan Irak, menunggu Selat Hormuz dibuka.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut