Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz Bersama Pemimpin Iran Berikutnya
Advertisement . Scroll to see content

Iran Dilaporkan Beri 2 Syarat kepada AS untuk Akhiri Perang, tapi Ditolak

Rabu, 25 Maret 2026 - 07:07:00 WIB
Iran Dilaporkan Beri 2 Syarat kepada AS untuk Akhiri Perang, tapi Ditolak
Iran dilaporkan mengajukan dua syarat kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik, namun proposal tersebut ditolak (Foto: Anadolu))
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Iran dilaporkan mengajukan dua syarat kepada Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik, namun proposal tersebut ditolak. 

Seperti dilaporkan Al Jazeera, mengutip keterangan sumber pejabat Iran, dua tuntutan itu yakni ganti rugi atas serangan terhadap Iran serta pengakuan bahwa aksi militer yang dilakukan merupakan bentuk agresi.

Tuntutan itu disampaikan Iran kepada AS melalui negara perantara. Meski komunikasi masih berjalan, penolakan terhadap dua syarat utama dari Iran membuat jalan menuju perdamaian masih terjal.

Informasi tersebut terungkap di tengah upaya diplomasi yang terus berlangsung di balik meningkatnya tensi konflik. 

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan, negosiasi dengan Iran sebenarnya telah dan sedang berlangsung. Pernyataan ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya Trump terlihat menutup rapat peluang dialog dengan Teheran.

Langkah diplomasi ini juga menjadi alasan di balik penundaan ancaman serangan AS terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. Sebelumnya, Washington memberi tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz sepenuhnya atau menghadapi konsekuensi militer.

Di tengah konflik yang memanas, komunikasi antara kedua negara ternyata tetap terjalin. Menurut laporan sumber pejabat Israel, seperti dilaporkan portal berita Axios, pembicaraan tidak langsung masih berlangsung dan bahkan berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Sejumlah negara disebut turut berperan sebagai mediator dalam konflik ini. Pakistan dilaporkan akan menjadi lokasi lanjutan negosiasi, sementara Mesir dan Turki berperan sebagai perantara komunikasi antara kedua pihak.

Delegasi AS kemungkinan akan diwakili Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta penasihat Trump, Jared Kushner. Sementara dari pihak Iran, pembicaraan akan dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Trump juga mengklaim bahwa pihak Iran lebih dulu menghubungi AS untuk membuka jalur komunikasi. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya tidak bernegosiasi dengan pemimpin tertinggi Iran, melainkan dengan sosok lain yang disebutnya sangat dihormati di negara tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut