Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
TEHERAN, iNews.id - Iran mengingatkan, Selat Hormuz hanya dibuka bebas selama 60 hari, sesuai nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai dengan Amerika Serikat (AS). Setelah itu, nasib status jalur perairan strategis tersebut bergantung dari hasil negosiasi lanjutan dengan AS.
Ketua parlemen yang juga kepala juru runding negosiasi dengan AS, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Iran tidak akan pernah melepaskan haknya di Selat Hormuz.
Dia menjelaskan, serangan Iran ke pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai respons atas pelanggaran perjanjian damai dengan AS. Serangan itu juga terkait dengan lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz.
"Dalam pelanggaran gencatan senjata terbaru, pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait menjadi sasaran," katanya, dalam pernyataan di akun Telegram, dikutip Rabu (1/7/2026).
Dia melanjutkan serangan tersebut menunjukkan Iran serius dalam menerapkan MoU yang telah ditandatangani presiden kedua negara.
"Kami berdua terlibat dalam dialog, dan jika mereka tidak memenuhi komitmen dalam pembicaraan, kita siap perang," kata Ghalibaf.
Lebih lanjut dia mengatakan, serangan Israel ke Lebanon berkurang signifikan setelah MoU ditandatangani pada 17 Juni. Konflik Israel-Lebanon juga masuk dalam poin MoU Islamabad, meski Israel tak menerimanya.
"(Iran menyerang Israel) Karena membela Lebanon,” tulisnya, seraya menuntut implementasi MoU tersebut.
Di bidang diplomasi, Iran berupaya melanjutkan pembicaraan dengan AS guna menerapkan lima syarat yang seharusnya diterapkan segera setelah penandatanganan MoU. Dari poin-poin tersebut, ada beberapa yang proses implementasinya seharusnya sudah dimulai.
“Berdasarkan MoU tersebut, dari total aset kami sebesar 24 miliar dolar di berbagai negara, sebanyak 12 miliar dolar akan dialokasikan untuk bank sentral agar bisa membeli barang apa pun yang dibutuhkan, dengan harga berapa pun dan dalam mata uang apa pun di seluruh dunia,” katanya.
Ghalibaf juga mengatakan, sanksi terkait minyak telah dicabut dan mengklaim Iran sekarang menjual minyak dengan harga 20 persen lebih tinggi.
“Sejak blokade laut dicabut, kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak,” katanya.
Dia juga memperingatkan AS terhadap eskalasi militer.
“Jika AS menginginkan perang, kami tahu betul bagaimana cara berperang,” katanya.
Jika AS mencegah Iran mengekspor minyak, Iran siap menutup jalurnya.
"Tidak ada yang akan mendapat manfaat dari minyak,” katanya.
Editor: Anton Suhartono