Iran Klaim Bantu Mediasi Bebaskan Warga Thailand di Gaza
TEHERAN, iNews.id - Iran mengklaim ikut memediasi pembebasan warga Thailand yang ditahan oleh Hamas. Sebanyak 10 warga Thailand dan seorang warga Filipina, bersama dengan 13 perempuan sudah dibebaskan.
Sebagai balasannya, Israel membebaskan 39 perempuan dan anak Palestina dari penjara.
"Masalah tahanan Thailand ini bersama-sama dikejar oleh Republik Islam Iran dan Qatar," kata Juru Bica Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani seperti dilansir dari Arab News, Minggu (26/11/2023).
Pembebasan tersebut terjadi saat gencatan senjata sementara menghentikan pertempuran di Gaza untuk pertama kalinya sejak 7 Oktober.
Kisah Tahanan Perempuan Palestina yang Dibebaskan Israel, Ditangkap saat Usia 16 Tahun
Serangan Israel sudah menewaskan lebih dari 15.000 orang, sebagian besar dari mereka perempuan dan anak-anak.
"Sebuah daftar nama para tahanan ini diberikan kepada pejabat Hamas untuk ditinjau dan membantu penyelesaiannya dari perspektif kemanusiaan," kata Kanani.
Belum Puas Bantai Rakyat Palestina, Israel Bakal Gempur Gaza Lagi Habis-habisan usai Jeda
Thailand mengonfirmasi pembebasan tersebut. Tawanan itu sudah dibawa ke Israel. Sementara, masih ada 20 warga Thailand lain.
Selama gencatan senjata empat hari, diharapkan Hamas akan membebaskan total 50 sandera Israel, beberapa di antaranya merupakan warga ganda, sebagai pertukaran untuk 150 tahanan Palestina.
Iran, yang mendukung Hamas secara finansial dan militer, telah menyebut serangan pada 7 Oktober sebagai keberhasilan tetapi menyangkal keterlibatan langsung.
Teheran telah menjadikan dukungan terhadap perjuangan Palestina sebagai pusat kebijakan luar negerinya sejak Revolusi Islam tahun 1979.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq