Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Bersedia Negosiasi Nuklir dengan AS atas Permintaan Negara-Negara Arab
Advertisement . Scroll to see content

Iran Komplain ke PBB soal Drone AS Masuki Wilayah Udaranya

Sabtu, 29 Juni 2019 - 11:49:00 WIB
Iran Komplain ke PBB soal Drone AS Masuki Wilayah Udaranya
Iran menembak jatuh pesawat pengintai Global RQ-4 AS RQ-4 di dekat Selat Hormuz yang strategis. (FOTO: AFP Photo / Handout)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran menyatakan sudah secara resmi mengajukan pengaduan ke Dewan Keamanan PBB terkait drone Amerika Serikat (AS) yang disebut memasuki wilayah udaranya. Pesawat ta berawak itu ditembak jatuh, karena dianggap melanggar wilayah udara Iran.

"Iran mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal organisasi itu setelah pesawat mata-mata AS melanggar wilayah udara Iran dan ditembak jatuh," bunyi laporkan kantor berita Tasnim, mengutip wakil menteri luar negeri Gholamhossein Dehghani, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (29/6/2019).

"Keluhan tersebut menyatakan bahwa Iran memiliki hak untuk mempertahankan wilayah udaranya dan menghadapi segala pelanggaran," sambung laporan itu.

Iran menyatakan pihaknya menembak jatuh pesawat itu awal bulan ini setelah melanggar wilayah udara mereka di dekat Selat Hormuz. Ini menjadi yang terbaru dari serangkaian insiden yang menimbulkan kekhawatiran konflik regional.

Pentagon menyangkal drone AS memasuki wilayah Iran.

Kantor berita resmi IRNA melaporkan, Iran sudah mengajukan keluhan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas insiden tersebut.

Iran dan AS terkunci dalam ketegangan yang meningkat sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir multi-partai 2015 dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi terhadap republik Islam itu.

Ketegangan melonjak pekan lalu ketika Iran menembak jatuh drone AS di atas perairan Teluk, setelah serangkaian serangan kapal tanker diserang di laut tersebut. AS menuding Iran terlibat dalam penyerangan kapal tanker itu.

Sejak saat itu, kedua negara bermusuhan itu terus saling perang kat-kata; Trump mengumumkan sanksi baru pekan ini terhadap pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.

Iran mengancam untuk melanggar beberapa komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015 kecuali jika mitra yang tersisa -Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia- membantunya menghindari sanksi AS, terutama untuk menjual minyaknya.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut