Iran Murka! Kapal Kargo yang Diserang AS Ternyata Bawa Perlengkapan Medis Darurat
NEW YORK, iNews.id - Iran mengutuk serangan terhadap kapal kargonya oleh militer Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman. Militer AS menembaki kapal Touska pekan ini hingga merusak ruang mesinnya. Selain itu mereka juga menyita kapal dan menahan para kru.
Misi Iran untuk PBB pada Jumat mengutuk keras penyitaan kapal dagang oleh AS di Laut Oman. Disebutkan, kapal tersebut membawa perlengkapan medis darurat, termasuk peralatan cuci darah.
"Serangan AS dan penyitaan ilegal kapal dagang Iran 'Touska,' dan penyanderaan kru kapalnya pada 19 April di Laut Oman, saat membawa perlengkapan dialisis dan peralatan medis penting, merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, termasuk larangan mutlak terhadap agresi, hak asasi manusia, dan hak untuk hidup," bunyi pernyataan misi Iran, di media sosial X, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Serangan tersebut secara langsung mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup warga sipil Iran.
Gawat! Iran Ancam Tutup Selat Bab Al Mandab
"Tindakan paksa dan melanggar hukum ini membahayakan nyawa, merusak kebebasan navigasi, serta menempatkan pasien rentan pada risiko yang serius. Para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban," demkian isi pernyataan.
Sebelumnya misi Iran di PBB mengirim surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan kepresidenan Dewan Keamanan PBB.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, PBB belum mendapat informasi khusus tentang apa yang ada di dalam kapal tersebut.
"Namun, apa yang telah kita lihat, dan yang membuat kita khawatir, adalah terus berlanjutnya penyitaan kapal oleh Republik Islam Iran dan AS di Selat Hormuz," kata Dujarric.
Pemblokaden Selat Hormuz yang terus berlanjut memberikan dampak kemanusiaan bagi Iran dan negara-negara lain di Teluk.
"Itulah mengapa kita ingin melihat Selat Hormuz dibuka kembali," tuturnya.
Editor: Anton Suhartono