Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diisukan Cekcok dengan Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Ini Jawaban Presiden Pezeshkian
Advertisement . Scroll to see content

Iran, Oman dan AS Dilaporkan Sepakat Buka Selat Hormuz

Rabu, 05 Agustus 2026 - 14:21:00 WIB
Iran, Oman dan AS Dilaporkan Sepakat Buka Selat Hormuz
Amerika Serikat, Iran, dan Oman hampir mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Amerika Serikat (AS), Iran, dan Oman hampir mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh serta kembali menerapkan gencatan senjata. Pengumuman gencatan senjata kemungkinan disampaikan paling cepat Rabu (5/8/2026) waktu AS.

Portal berita Axios, mengutip sumber-sumber pejabat di Timur dan AS, melaporkan kesepakatan tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan setelah pecah kembali konfrontasi militer.

Selain itu negosiasi tersebut untuk membuka jalan bagi perundingan lanjuta mengenai program nuklir Iran yang terhenti sejak serangan awal Juli.

Menurut sumber, kesepakatan yang sedang dibahas juga turut mengatur pengelolaan lalu lintas Selat Hormuz antara Iran dan Oman selama 60 hari dan bisa diperpanjang.

Berdasarkan usulan, kapal yang masuk ke Teluk akan menggunakan rute utara melalui perairan Iran, sementara lalu lintas keluar menuju Laut Arab akan melalui jalur selatan di perairan Oman, yang tetap berkoordinasi dengan Iran. 

Tidak ada biaya transit atau tol yang dikenakan selama periode sementara tersebut.

Rencana tersebut juga mencakup pembersihan ranjau laut dari jalur tengah Selat Hormuz dalam waktu 30 hari. 

Setelah operasi pembersihan ranjau, jalur tengah bisa digunakan untuk lalu lintas masuk dan keluar sebagai bagian dari kesepakatan jangka panjang yang akan dinegosiasikan antara Oman dan Iran.

Upaya diplomatik ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan skala besar terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Dia memilih untuk memberi waktu lebih banyak bagi perundingan. 

Namun Trump masih membuka opsi serangan jika perundingan tak membuahkan hasil.

Di balik layar, negosiasi tersebut dilaporkan juga melibatkan pejabat Qatar, Pakistan, dan Arab Saudi. AS juga memainkan peran aktif dalam diskusi tersebut. 

Sumber-sumber pejabat di Teluk mengatakan kepada Axios, Menlu Iran Abbas Araghchi pada prinsipnya menyetujui pengaturan lalu lintas tersebut namun membutuhkan persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. 

Selanjutnya, seorang pejabat AS mengatakan kepemimpinan Iran memberikan restu atas usulan tersebut pada Selasa (4/8/2026).

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut