Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
Advertisement . Scroll to see content

Iran Peringatkan Dampak Perang Ekonomi AS: Negara Teluk Kena Getahnya

Selasa, 08 September 2026 - 09:50:00 WIB
Iran Peringatkan Dampak Perang Ekonomi AS: Negara Teluk Kena Getahnya
Iran memperingatkan perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap negaranya akan menimbulkan dampak besar di kawasan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap negaranya akan menimbulkan dampak besar di kawasan.

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan perang ekonomi AS bisa memicu pembentukan zona eksklusi maritim di seluruh Teluk. Menurut dia, AS telah mendapat peringatan keras dalam beberapa hari terakhir, yakni serangan dari rudal-rudal terbaru Iran.

"Perang ekonomi akan dibalas dengan zona eksklusi maritim di seluruh Teluk Persia hingga perimeter blokade," kata Rezaei, di media sosial X, Selasa (8/9/2026).

Dia menambahkan, Iran secara fundamental menyesuaikan kembali postur operasional militernya terhadap kapal perang dan pangkalan AS.

Presiden AS Donald Trump bulan lalu mengumumkan operasi ekonomi atau perang ekonomi terhadap Iran. Perang tersebut memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan memblokade keuangan dan perdagangan Iran dengan negara lain. Trump juga mengajak negara-negara lain untuk ikut serta menekan Iran.

Trump juga memperingatkan negara dan perusahaan yang membantu Iran akan menghadapi konsekuensi berat. 

"Saya juga mengumumkan, negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya untuk memberi bantuan apa pun kepada Iran, akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang luar biasa," kata Trump.

Dia juga menargetkan berbagai jalur yang selama ini dapat digunakan Iran untuk mempertahankan aktivitas ekonominya. Praktik penyelundupan minyak, pertukaran keuangan, transfer uang tunai, pendaftaran kapal, hingga penggunaan perusahaan fiktif disebut akan menjadi sasaran operasi tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut