Iran Rilis Data Resmi Korban Tewas Demonstrasi Rusuh, Segini Jumlahnya
TEHERAN, iNews.id - Otoritas Iran merilis angka resmi jumlah korban tewas akibat demonstrasi rusuh yang berlangsung sejak 28 Desember 2025. Sebanyak 3.117 orang tewas, membantah data PBB serta beberapa organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional yang menyebutkan angkanya di atas 6.000 orang.
Pemerintah Iran juga membantah pasukan keamanan berada di balik pembunuhan yang sebagian besar terjadi pada 8 dan 9 Januari lalu.
Lembaga HAM yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), mengungkap 6.872 korban tewas dan sedang menyelidiki lebih dari 11.000 kasus lainnya.
Sementara itu Seorang pelapor khusus PBB mengatakan, jumlah korban tewas mungkin lebih tinggi dari 20.000 orang. Dia mengatakan informasi dari dalam iran terus mengalir, meski ada penyaringan internet yang ketat oleh pemerintah.
Iran: AS Tak Berhak Serang Kami dengan Alasan Demonstrasi Rusuh
Pada Minggu (1/2/2026), pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian merilis 2.986 nama yang dipastikan tewas selama demonstrasi tersebut. Disebutkan, 131 orang lainnya belum teridentifikasi, sehingga daftar tambahan akan segera dirilis.
Daftar tersebut mencakup nama lengkap korban tewas, nama depan ayah, serta enam digit terakhir nomor identitas nasional yang terdiri atas 10 digit. Namun daftar tersebut tidak menyebutkan di mana, kapan, bagaimana, atau oleh siapa mereka dibunuh.
Bela Iran, Rusia Kutuk Intervensi Amerika Cs terkait Demonstrasi Berdarah
Sejak dirilisnya daftar tersebut, banyak warga Iran meramaikan media sosial untuk melaporkan hilangnya anggota keluarga.
Pada Selasa (3/2/2026) malam, pemerintah merilis situs web diperuntukkan bagi warga untuk melaporkan nama-nama anggota keluarga yang hilang. Warga juga didesak untuk melaporkan setiap pelanggaran, termasuk permintaan uang oleh pihak berwenang untuk menerima jenazah orang yang mereka cintai.
Pemerintah Iran secara konsisten menolak semua laporan tentang pelanggaran yang dilakukan pasukan pemerintah, termasuk penggerebekan rumah sakit dan penangkapan petugas medis karena membantu para demonstran.
Editor: Anton Suhartono