Iran Terus Teror AS: Kami Akan Tembakkan Rudal-Rudal Baru!
TEHERAN, iNews.id - Iran kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat di tengah perang ekonomi yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump.
Teheran telah menyesuaikan postur operasional militernya dan siap menggunakan rudal-rudal terbaru untuk menghadapi kapal perang serta pangkalan militer AS di kawasan.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan AS telah menerima peringatan keras dalam beberapa hari terakhir melalui ancaman penggunaan rudal-rudal terbaru Iran.
Menurut Rezaei, perang ekonomi yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump dapat memicu respons militer Iran yang lebih luas. Teheran bahkan mengancam membentuk zona eksklusi maritim di seluruh Teluk Persia hingga perimeter blokade.
"Perang ekonomi akan dibalas dengan zona eksklusi maritim di seluruh Teluk Persia hingga perimeter blokade," kata Rezaei, dalam unggahan di media sosial X, dikutip Rabu (9/9/2026).
Dia menambahkan, Iran secara fundamental menyesuaikan kembali postur operasional militernya terhadap kapal-kapal perang dan pangkalan AS. Pernyataan tersebut mengindikasikan meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah Washington memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Iran sebelumnya juga telah memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak membantu AS dalam operasi ekonomi tersebut. Teheran memastikan tidak setetes pun minyak akan keluar melalui Teluk Persia jika negara-negara di kawasan ikut membantu Washington menekan Iran.
Ancaman itu secara khusus diarahkan terhadap kilang minyak dan kapal-kapal tanker negara-negara Teluk yang mengirim minyak ke negara lain. Rezaei menegaskan militer Iran akan menghadapi negara-negara sekitar yang bergabung dalam perang ekonomi AS terhadap Teheran.
"Kami akan menghadapi negara-negara yang bergabung dalam perang ekonomi melawan Iran," ujar Rezaei, dalam pernyataan kepada stasiun televisi pemerintah IRIB.
Ancaman tersebut juga mencakup perusahaan minyak AS dan perusahaan lain yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Iran menilai keterlibatan mereka dalam tekanan ekonomi terhadap Teheran dapat menjadikan kepentingan-kepentingan tersebut sebagai sasaran.
Peringatan Iran muncul setelah Trump pada 19 Agustus mengumumkan operasi ekonomi besar-besaran untuk mengisolasi Iran dari sistem keuangan dan perdagangan global. Trump menyebut operasi tersebut memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengajak negara-negara lain untuk ikut serta.
Trump juga memperingatkan negara dan perusahaan yang membantu Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat berat.
"Saya juga mengumumkan, negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya untuk memberi bantuan apa pun kepada Iran, akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang luar biasa," kata Trump, di akun Truth Social.
Washington juga menargetkan berbagai jalur yang selama ini digunakan Iran untuk mempertahankan aktivitas ekonominya. Praktik penyelundupan minyak, pertukaran keuangan, transfer uang tunai, pendaftaran kapal, hingga penggunaan perusahaan fiktif disebut akan menjadi sasaran operasi tersebut.
Iran menilai kebijakan tersebut bukan sekadar sanksi ekonomi biasa, melainkan bagian dari upaya AS untuk melumpuhkan perekonomian dan perdagangan Iran.
Teheran pun memperingatkan bahwa tekanan ekonomi tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Selain menggunakan instrumen ekonomi dan maritim, Iran mengisyaratkan kesiapan meningkatkan tekanan militer, termasuk melalui rudal-rudal terbaru yang disebut telah menjadi bagian dari responsnya terhadap AS.
Editor: Anton Suhartono