Israel Akan Caplok Lebanon Selatan
TEL AVIV, iNews.id - Israel akan merebut wilayah Lebanon selatan hingga Sungai Litani dengan tujuan membuat zona pertahanan. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sedang mempersiapkan pasukan untuk melakukan serangan darat besar-besaran.
Menteri Pertahanan (menhan) Israel, Israel Katz, Selasa (24/3/2026), mengungkap untuk pertama kali rencana pemerintahannya untuk merebut wilayah seluas hampir sepersepuluh dari total Lebanon itu. Dalam pertemuan dengan kepala staf militer, Katz mengatakan pasukan Israel akan mengendalikan jembatan yang tersisa serta zona keamanan hingga Litani, sungai yang bermuara ke Laut Mediterania, sekitar 30 km sebelah utara perbatasan Israel.
Sementara itu kelompok Hizbullah Lebanon menegaskan akan berupaya mencegah pasukan Israel menduduki Lebanon selatan.
Hizbullah menegaskan langkah tersebut sebagai ancaman eksistensial bagi negara Lebanon.
Israel Akan Panggil 450.000 Pasukan Cadangan, Gelar Serangan Darat ke Lebanon
Anggota parlemen senior dari Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan setiap pendudukan Israel di selatan Litani akan dilawan dengan keras.
"Kita tidak punya pilihan selain menghadapi agresi ini dan mempertahankan tanah ini," katanya, kepada Reuters, dikutip Rabu (25/3/2026).
Israel-Hizbullah Berbalas Serangan, Presiden Lebanon Murka Negaranya Terseret Perang
Israel menghancurkan lima jembatan di atas Sungai Litani sejak 13 Maret dan mempercepat penghancuran rumah di desa-desa Lebanon dekat perbatasan.
Berdasarkan hukum internasional, serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk rumah dan jembatan, dilarang.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, retorika Katz sangat mengkhawatirkan.
"Ini merupakan perkataan terakhir yang ingin kita dengar. Ini adalah hal terakhir yang ingin dilihat oleh rakyat Lebanon di selatan," katanya.
Kanada ikut mengutuk keras rencana Israel untuk menduduki Lebanon selatan.
"Kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon tidak boleh dilanggar. Serangan Hizbullah terhadap Israel harus dihentikan dan mereka harus melucuti senjata," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kanada.
Data Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkap, serangan Israel ke Lebanon sejak perang terbaru ini telah menewaskan lebih dari 1.070 orang, termasuk sekitar 120 anak-anak, 80 perempuan, dan 40 petugas medis.
Editor: Anton Suhartono