Israel Ancam Ubah Lebanon Jadi Gaza, Hizbullah Tak Gentar
TEL AVIV, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Yoav Gallant mengulangi ancamannya akan mengubah Lebanon menjadi Jalur Gaza. Kelompok Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas pengeboman Gaza.
Israel dan Hizbullah terlibat pertempuran di perbatasan beberapa hari sejak Operasi Badai Al Aqsa yang dilancarkan Hamas pada 7 Oktober. Intensitas pertempuran semakin menjadi seiring masifnya serangan Israel ke Gaza dan sejak jatuhnya korban tewas dari kalangan sipil di Lebanon.
Gallant mengatakan, Israel telah memasuki tahap baru dalam konflik dengan Hizbullah. Dia menyebut serangan Hizbullah bukan sekadar provokasi, melainkan agresi yang akibatnya akan ditanggung oleh rakyat Lebanon.
Dia juga memperingatkan Hizbullah untuk tidak melakukan kesalahan terbesar.
4 Warga Sipil Lebanon Terbunuh, Hizbullah Ancam Balas Israel 2 Kali Lipat
Gallant sesumbar, Angkatan Udara (AU) Israel baru menggunakan 10 persen dari kekuatannya dalam menyerang Gaza. Oleh karena itu masih banyak kekuatan untuk bisa menyerang Lebanon. Dia tak segan-segan mengarahkan hidung pesawat-pesawat tempur Israel ke utara yakni Lebanon.
Hizbullah menegaskan perjuangannya tak akan surut melawan Israel. Kelompok tersebut juga tak gentar dengan ancaman Israel seraya memastikan front perlawanan akan tetap aktif.
Pertempuran Makin Sengit! Hizbullah Tembakkan Rudal Lebih Kuat ke Israel, Jet Zionis Gempur Lebanon
Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dalam pidatonya pada Sabtu kemarin, mengatakan pihaknya menyaksikan peningkatan kuantitatif jumlah operasi dan target di Israel.
Hizbullah, lanjut dia, menyerang Kota Kiryat Shmona di Israel utara untuk pertama kali sebagai tanggapan atas serangan udara pasukan Zionis yang menewaskan empat warga sipil Lebanon, yakni tiga anak perempuan dan nenek mereka.
Wagner Dilaporkan Kirim Rudal ke Hizbullah untuk Lawan Israel, Begini Komentar Kremlin
Nasrallah mengungkap, untuk pertama kali, Hizbullah menggunakan drone dan rudal Burkan yang mampu membawa hulu peledak seberat 300 hingga 500 kg.
Hizbullah dan Israel terlibat pertempuran di sepanjang perbatasan sejak Operasi Badai Al Aqsa, meningkatkkan kekhawatiran konflik akan meluas. Proksi Iran lainnya, yakni pemberontak Houthi di Yaman, juga menyerang Israel menggunakan rudal dan drone jarak jauh.
Tentara Bayaran Wagner Kirim Rudal Pantsir-S1 ke Hizbullah untuk Lawan Israel?
Editor: Anton Suhartono