Israel Deportasi Warga Yahudi Iran atas Tuduhan Mata-Mata
TEL AVIV, iNews.id - Badan intelijen Israel Shin Bet menangkap seorang warga Iran beragama Yahudi di wilayahnya. Pria itu langsung dideportasi karena diduga menjadi mata-mata Iran.
Melansir dari Reuters, Minggu (13/8/2023) warga Iran yang tidak disebutkan identitasnya itu menggunakan sebuah kotak tisu dengan peralatan canggih untuk melakukan spionase.
Shin Bet mengatakan pria tersebut memiliki kerabat di Israel. Dia mengakui dalam pemeriksaan di Bandara Ben Gurion bahwa dia datang ke negara tersebut untuk memata-matai target-target Israel untuk agen keamanan Iran.
Pria tersebut ditemukan dengan ponsel, power bank, dan uang, lalu kemudian dideportasi kembali ke Iran.
"Kejadian ini merupakan bagian dari upaya Iran yang luas untuk mendirikan jaringan mata-mata dan teror di Israel," tulis keterangan resmi Shin Bet.
Pelaku tidak diadili di Israel dan langsung dideportasi karena kemungkinan hanya mendapat hukuman rendah karena bukan warga negara Israel.
Menurut Kongres Yahudi Dunia, ada sekitar 80.000 orang Yahudi di Iran menjelang Revolusi Islam tahun 1979. Sebagian besar dari mereka telah meninggalkan Iran tapi kaum Yahudi di Iran masih dianggap sebagai yang terbesar di Timur Tengah.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq