Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Parlemen Iran Sahkan RUU Larang Kapal-Kapal AS dan Israel Lintasi Selat Hormuz
Advertisement . Scroll to see content

Israel Geger! Istri Netanyahu Digugat gara-gara Hina dan Rendahkan ART

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:09:00 WIB
Israel Geger! Istri Netanyahu Digugat gara-gara Hina dan Rendahkan ART
Istri Benjamin Netanyahu, Sara, terjerat kasus hukum karena memperlakukan ART dengan buruk (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Istri Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu, Sara, terjerat kasus hukum karena memperlakukan asisten rumah tangga (ART) dan karyawan dengan buruk. Tidak tanggung-tanggung, bahkan perlakuan itu dilakukan Sara selama 25 tahun terakhir.

Dia didakwa dengan beberapa tuduhan seperti berteriak, menghina, serta perlakuan buruk lainnya terhadap ART dan karyawan di kediaman perdana menteri. Sidang kasus ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Perlakuan buruk tersebut dialami para ART dan karyawan silih berganti.

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, ada puluhan kesaksian dan gugatan melibatkan beberapa mantan ART dan karyawan, mulai dari pelecehan verbal dan penghinaan hingga memaksa mereka bekerja secara berlebihan.

Beberapa tuduhan menghasilkan putusan pengadilan dengan hukuman membayar kompensasi, sementara kasus lain diselesaikan secara kekeluargaan atau ditolak. 

Sara Netanyahu dan pengacaranya berulang kali membantah tuduhan tersebut dengan menyebutnya sebagai kampanye media dan upaya untuk memerasnya.

Di antara tuduhan terbaru datang dari Yehiel Ohav Ami (61) yang bekerja di kediaman Netanyahu selama setahun terakhir.  Dia mengaku menjadi sasaran teriakan, pelecehan verbal, serta bentuk penghinaan lainnya. Dia juga pernah diperintahkan untuk membersihkan lantai dapur sambil merangkak.

Ami juga menyebut Sara mendoakannya agar terkena kanker dan meninggal.

“Saya adalah psikiater nomor 1 di negara ini, dan saya tidak punya saingan,” kata Ami, menirukan pernyataan Sara.

Kantor Perdana Menteri membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai upaya untuk memeras uang dari kas negara dengan mencemarkan nama baik sang istri.

Sara kemudian menggugat balik Ami dengan tuduhan memotret kediaman perdana menteri secara ilegal dan melanggar hak privasinya.

Yedioth Ahronoth juga mengangkat kasus Meni Naftali, mantan manajer di kediaman Netanyahu. Dia menggugat mantan majikannya itu atas tuduhan kondisi kerja yang buruk.

Pada Februari 2016, Pengadilan Tenaga Kerja Wilayah Yerusalem memberi kompensasi kepada Naftali sebesar 170.000 shekel dengan alasan bahwa dia mengalami kondisi kerja tidak adil akibat perilaku Sara.

Putusan tersebut dikeluarkan terhadap negara serta pihak-pihak lain dalam gugatan, bukan terhadap Sara secara pribadi.

Dalam kasus lain, staf pemeliharaan, Guy Eliyahu, menerima kompensasi pada 2016 setelah pengadilan mengabulkan sebagian besar gugatannya. Dia bekerja di lingkungan yang penuh rasa takut, teriakan, dan penghinaan.

Menurut Eliyahu, dia terpaksa pulang setelah tengah malam hanya untuk menghangatkan semangkuk sup untuk Sara. 

Pada kesempatan lain, dia harus kembali ke rumah untuk mengucapkan "Selamat malam" kepadanya. Eliyahu juga mengatakan terkadang dia terpaksa bekerja hingga 19 jam sehari.

Seorang mantan koki, Eti Haim, mengatakan Sara pernah memukul tangannya karena membuka lemari sebelum mencuci tangan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut