Israel Gunakan Teknologi AI pada Senjata, Hancurkan Target dalam Hitungan Menit
YERUSALEM, iNews.id - Militer Israel menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk berperang. Dengan bantuan AI, pasukan Israel bisa lebih cepat memutuskan target serangan udara.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bisa menentukan lokasi musuh, perkiraan jenis senjata yang digunakan termasuk nuklir secara otomatis dalam hitungan menit. Teknologi AI tersebut bernama Fire Factory.
Kepala Unit Transformasi Teknologi IDF Kolonel Uri mengatakan proses yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam bisa dipersingkat menjadi beberapa menit.
"Apa yang dulu memakan waktu berjam-jam kini bisa dilakukan beberapa menit, dengan jumlah orang yang sama, kita bisa melakukan lebih banyak," katanya.
Swedia Izinkan Pembakaran Torah Kitab Suci Yahudi, Israel Protes Keras
Meski demikian, penggunaan teknologi AI menuai kritik keras. Teknologi tersebut rawan disalahgunakan serta minim pengawasan.
Dilansir dari Bloomberg pada Senin (17/7/2023), Dosen Universitas Hebrew Tal Mimran mengatakan perkiraan AI untuk menentukan target serangan sangat tidak transparan.
Bisakah Arab Saudi dan Israel Berdamai? Begini Jawaban Joe Biden
Apalagi jika ada kesalahan dalam serangan, tidak jelas siapa yang nantinya akan bertanggung jawab.
"Jika ada kesalahan kalkulasi dari AI dan jika AI tidak bisa dijelaskan, lalu siapa yang akan disalahkan," ujarnya.
Israel terus memperkuat kekuatan militernya seiring ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah. Salah satunya, terkait aktivitas nuklir di Iran.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq