Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! Hamas Tak Akan Serahkan Senjata ke Israel dan AS
Advertisement . Scroll to see content

Israel Kuasai 75 Persen Garis Perbatasan Gaza dengan Mesir

Rabu, 29 Mei 2024 - 21:09:00 WIB
Israel Kuasai 75 Persen Garis Perbatasan Gaza dengan Mesir
Israel telah menguasai 75 persen garis perbatasan Gaza dengan Mesir (Foto: IDF via Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Perang di Jalur Gaza, Palestina, tak akan berakhir dalam waktu dekat. Israel terus mengintensifkan serangan di kota terakhir Gaza yang belum dijamah dari darat, Rafah.

Bersamaan dengan itu, pasukan Zionis terus menguasai garis perbatasan Gaza dengan Mesir. Militer Zionis menggelar operasi darat ke Gaza sejak 27 Oktober 2023 atau 20 hari setelah perang dengan Hamas pecah pada 7 Oktober.

“Pertempuran di Jalur Gaza akan berlanjut setidaknya selama 7 bulan ke depan,” kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Tzachi Hanegbi, seperti dilaporkan stasiun televisi Channel 12.

Dia menambahkan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kini sudah menguasai 75 persen dari Koridor Philadelphia, wilayah yang membentang di sepanjang perbatasan Jalur Gaza dan Mesir. Dengan menguasai garis perbatasan, Israel bisa memantau pergerakan senjata dari luar ke dalam Gaza.

“Saya yakin mereka akan menguasai semuanya seiring berjalannya waktu. Bersama Mesir, kita harus memastikan penyelundupan senjata dicegah,” katanya.

Amunisi dari AS

Operasi darat Israel di Rafah ditandai dengan pengeboman terhadap tenda-tenda pengungsi. Serangan pertama terjadi pada Minggu (26/5/2024) malam terhadap kamp di Tal Al Sultan yang membunuh setidaknya 45 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan.

Laporan CNN mengungkap seerangan itu menggunakan amunisi buatan Amerika Serikat (AS), berdasarkan analisis rekaman video berbasis geolokasi.

Rekaman video menunjukkan peluru yang digunakan berdiameter kecil dilihat dari ekornya. Dari temuan tersebut, peluru yang digunakan adalah GBU-39.

Pakar senjata Chris Robb Smith menjelaskan, GBU-39 merupakan amunisi berpresisi dan berdaya ledak tinggi yang didesain menyerang target penting. Meski berdiamiater kecil, senjata apa pun bisa menimbulkan risiko tinggi jika digunakan menyerang daerah padat.

"Menggunakan amunisi apa pun dengan daya ledak tinggi akan selalu menimbulkan risiko di daerah padat penduduk,” kata mantan perwira artileri Angkatan Darat (AD) Inggris itu.

Militer Israel membantah menargetkan tenda-tenda pengungsi di Tal Al Sultan, Rafah. Pasukan Zionis mengklaim hanya mengincar kompleks pejuang Hamas. Ledakan itu memicu kobaran api yang mengenai tenda-tenda pengungsi di sekitarnya.

Namun keterangan banyak saksi membantah klaim Israel tersebut. Serangan pasukan Zionis jelas-jelas mengincar para pengungsi. Terlebih serangan dilakukan pada malam hari saat banyak pengungsi berada di dalam tenda untuk istirahat.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut