Israel Selidiki Tewasnya Demonstran Palestina Penyandang Cacat
TEL AVIV, iNews.id – Polisi Militer Israel akan menyelidiki lebih lanjut meninggalnya seorang demonstran Palestina yang mengalami cacat fisik, Abu Thuraya. Dia tewas dalam bentrokan dengan tentara Israel pada 15 Desember lalu.
Abu Thuraya berdemonstrasi dari atas kursi roda bersama ribuan warga Gaza lainnya di perbatasan Israel menentang pernyataan sepihak Amerika Serikat yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Otoritas Palestina dan Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Zeid Ra’ad Al Hussein menyatakan pria berusia 29 tahun itu tewas akibat tembakan di kepala. PBB pun mendesak digelarnya penyelidikan independen untuk mengungkap fakta di balik meninggalnya Abu Thuraya.
Hasil pemeriksaan internal militer Israel mengungkap tidak mungkin Abu Thuraya tewas akibat tembakan, apalagi mengenai kepala. Pasalnya tak ada tembakan langsung yang diarahkan kepadanya saat demonstrasi berlangsung.
Demonstrasi saat itu berlangsung ricuh dan berakhir dengan bentrokan. Lemparan batu para demonstran dibalas dengan tembakan peluru tajam, peluru karet, serta gas air mata.
“Untuk menindaklanjuti kasus ini, termasuk informasi yang diterima dari organisasi di Jalur Gaza, diputuskan bahwa kematian Thuraya akan diselidiki oleh Polisi Militer,” demikian pernyataan militer Israel, dikutip dari Reuters, Kamis (4/1/2018).
Dalam wawancara dengan media, Abu Thuraya sempat mengungkapkan, kedua kakinya terpaksa diamputasi akibat terkena bom dari serangan rudal Israel pada 2008.
Sejak demonstrasi ‘hari kemarahan’ menentang pengakuan sepihak atas Yerusalem pecah di Palestina pada 8 Desember, sedikitnya warga tewas. Korban tewas berada di Gaza dan Tepi Barat.
Editor: Anton Suhartono