Israel Serang Qatar, Pangeran MBS Langsung Hubungi Emir Sheikh Tamim Tawarkan Bantuan
RIYADH, iNews.id - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) langsung menghubungi Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani usai serangan udara Israel ke Ibu Kota Doha, Selasa (9/9/2025).
Serangan itu menargetkan delegasi serta para pimpinan Hamas yang sedang menggelar pertemuan untuk membahas proposal gencatan senjata yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam percakapan telepon itu, MBS menyampaikan solidaritas dan dukungan penuh terhadap Qatar seraya menawarkan bantuan.
Pangeran MBS menyebut serangan Israel itu sebagai tindakan kriminal serta pelanggaran mencolok terhadap hukum dan norma internasional.
Serangan Israel ke Qatar Gagal Bunuh Pejabat Hamas
Dalam keterangan terpisah, pemerintah Arab Saudi mengerahkan seluruh kemampuan untuk membantu Qatar dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Sebelumnya PBB serta negara-negara Muslim mengecam keras serangan Israel tersebut.
Qatar Kutuk Keras Serangan Israel: Kriminal, Tak Ada Toleransi!
Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut serangan udara Israel itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Qatar.
Guterres mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam perang di Gaza harus berupaya mencapai gencatan senjata permanen, bukan justru menghancurkan upaya tersebut.
Breaking News: Israel Serang Qatar Incar Pimpinan Senior Hamas
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kuwait menyatakan serangan itu melanggar semua hukum dan norma internasional.
"Kami memperbarui sikap dengan mendesak Dewan Keamanan (PBB) untuk menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan internasional," bunyi pernyataan.
Kemlu Irak juga mengutuk serangan itu dengan menyebutnya sebagai tindakan pengecut seraya menyatakan dukungan penuh bagi Qatar dalam menghadapi agresi apa pun.
Presiden Maladewa Mohamed Muizzu mengecam keras serangan Israel juga dengan menyebutnya sebagai pengecut.
Muizzu menegaskan serangan Qatar itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara berdaulat.
Turki juga mengecam keras serangan Israel terhadap Qatar, dengan menegaskan negara Yahudi itu tidak tertarik pada kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Penargetan delegasi negosiator Hamas di saat perundingan gencatan senjata berlanjut menunjukkan bahwa Israel tidak ingin mencapai perdamaian, melainkan melanjutkan perang.
Serangan tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Israel telah mengadopsi politik ekspansionis di kawasan dan menjadikan terorisme sebagai kebijakan negara.
Editor: Anton Suhartono